PALANGKA RAYA ,Metrotalenta.online.– Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Daerah yang dipimpin Bupati H.Ahmad Rifa’i berhasil meraih peringkat terbaik III Region II Kalimantan untuk kategori Pengendalian Inflasi dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 yang digelar Kementerian Dalam Negeri RI.
Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung pada Selasa malam (5/5/2026) di Platinum Hotel & Convention Hall, Balikpapan. Acara dihadiri Mendagri Tito Karnavian, para gubernur, serta bupati/wali kota terpilih dari seluruh Indonesia.
Strategi Pulang Pisau Tekan Inflasi
Capaian ini tidak datang tiba-tiba. Sepanjang 2025-2026, Pemkab Pulang Pisau gencar menjalankan 4 strategi kunci Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID)*l:
1. Operasi Pasar Murah Rutin: Digelar tiap minggu di 8 kecamatan untuk stabilkan harga beras, cabai, dan minyak goreng. Total subsidi Rp 4,2 M dari APBD 2025.
2. Kerja Sama Antar Daerah: Pasok cabai dari Hulu Sungai Selatan dan bawang dari Tanah Laut saat harga melonjak Maret 2026.
3. Sidak Distribusi: TPID bersama Satgas Pangan Polri sidak gudang distributor tiap bulan. Hasilnya, tidak ada penimbunan selama Ramadan 2026.
4. Gerakan Tanam Cepat Panen: 1.200 hektare lahan pekarangan warga ditanami cabai & bawang lewat program PKK.
Hasilnya, inflasi tahunan Pulang Pisau per April 2026 tercatat 2,14% YoY, jauh di bawah rata-rata nasional 3,04% dan terbaik se-Kalimantan Tengah.
Apresiasi dari Kemendagri
Mendagri Tito Karnavian dalam sambutannya menegaskan, inflasi adalah “musuh bersama” yang langsung menghantam daya beli rakyat.
“Daerah yang bisa jaga inflasi rendah artinya bupatinya kerja. Yang inflasinya tinggi, kami catat,” tegas Tito.
Ajang Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 ini menilai 5 sektor: inflasi, kemiskinan ekstrem, stunting, realisasi belanja, dan digitalisasi layanan. Region II Kalimantan meliputi Kalteng, Kalsel, Kaltim, Kaltara, dan Kalbar.
Pelajaran untuk Sumbar
Capaian Pulang Pisau jadi tamparan positif bagi daerah lain, termasuk Sumatera Barat. Data BPS, inflasi Kota Padang Maret 2026 sempat menyentuh 0,8% MoM akibat kenaikan harga beras premium dan cabai merah.
Ketua SPRI Sumbar Mairizal, SH yang dihubungi terpisah mengapresiasi Pulang Pisau. “Ini bukti komitmen kepala daerah. Di Sumbar kita dorong TPID 19 kab/kota lebih agresif operasi pasar dan KAD. Jangan sampai rakyat menjerit karena harga,” kata Rizal, Rabu (6/5/2026).
Hingga berita ini diturunkan, belum ada kab/kota dari Sumbar yang diumumkan masuk 3 besar Region I Sumatera untuk kategori inflasi. Publik menanti apakah Padang, Bukittinggi, atau Tanah Datar mampu menyusul prestasi Pulang Pisau tahun depan.
(Saprudin)







