Padang,Metrotalenta.online.-Tak butuh waktu lama bagi Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi Sumatera Barat, Khairuddin Simanjuntak, untuk membuktikan kepeduliannya. Usai sidang paripurna DPRD selesai digelar, beliau langsung meluncur menuju Panti Asuhan Nur Ilahi, Kuranji Nanggalo, Padang. Kedatangannya ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan wujud nyata janjinya untuk membantu dan mencari solusi terbaik bagi Avil Mulyadi dan Dio Fatuta, dua siswa yatim piatu yang terpaksa dikeluarkan dari sekolah karena tak mampu membayar tunggakan biaya pendidikan.
Saat rombongan tiba di halaman panti, suasana seketika berubah. Anak-anak yang tinggal di sana awalnya menatap dengan tatapan penuh harap, seolah merasakan bahwa hari itu mereka akan kedatangan sosok yang bak orang tua sendiri.. Dan benar saja, apa yang mereka temukan jauh melebihi harapan. Khairuddin hadir bukan hanya sebagai wakil rakyat, melainkan bagaikan malaikat penolong yang datang membawa sinar harapan, sosok yang sangat memahami arti perjuangan, serta begitu peduli terhadap masa depan dan pendidikan generasi muda.
Sepuluh menit setelah berbincang dan melihat langsung kondisi serta mendengar kisah hidup anak-anak panti, ketegaran hati pria yang dikenal tegas ini kembali luruh. Air mata tak mampu dibendung lagi mengalir di pipinya. Beliau lalu berdiri, menghampiri satu per satu, lalu memeluk erat Avil, Dio, dan seluruh anak asuhan di sana. Pelukan hangat itu terasa begitu tulus, seolah ingin menyalurkan seluruh kasih sayang yang selama ini mungkin jarang mereka rasakan.
Dalam suasana haru yang menyelimuti, Khairuddin menceritakan perjalanan hidupnya di hadapan mereka. Ia bercerita bagaimana dirinya juga pernah merasakan hidup dalam keterbatasan, berjuang keras dari nol, hingga bisa berada di posisi seperti sekarang ini. Cerita hidupnya itu disampaikan dengan nada lirih dan penuh makna, seolah menjadi pesan sekaligus permohonan hati, agar seluruh elemen masyarakat, pemerintah, dan lembaga pendidikan mau lebih serius memperhatikan nasib anak-anak yatim piatu dan anak-anak dari keluarga tidak mampu.
“Anak-anakku, Bapak juga pernah merasakan bagaimana sulitnya hidup, bagaimana rasanya berjuang sendirian. Makanya, ketika melihat kalian, Bapak melihat diri Bapak di masa lalu. Sakit rasanya melihat kalian terhalang masa depan hanya karena soal biaya. Ini tidak boleh terjadi lagi,” ujarnya dengan suara bergetar menahan emosi.
Di tengah suasana yang semakin haru itu, lahirlah keputusan mulia yang membuat semua orang yang hadir tertegun. Tanpa ragu sedikitpun, Khairuddin Simanjuntak secara resmi menyatakan akan menjadikan Avil Mulyadi dan Dio Fatuta sebagai anak angkatnya. Beliau menegaskan akan menanggung seluruh kebutuhan hidup dan biaya pendidikan keduanya sampai mereka berhasil meraih cita-cita setinggi-tingginya.
“Mulai hari ini, kalian adalah anak Bapak. Biaya sekolah, kebutuhan hidup, apapun itu, serahkan semuanya kepada Bapak. Fokuslah belajar, wujudkan cita-cita kalian, buktikan bahwa meski hidup dalam keterbatasan, kalian bisa menjadi orang-orang hebat dan berguna bagi bangsa dan negara,” tegasnya mantap.
Keputusan ini sontak membuat kedua remaja tersebut tak kuasa menahan tangis, namun kali ini bukan lagi tangis kesedihan, melainkan tangis bahagia dan rasa syukur yang tak terkira. Seakan mimpi yang menjadi kenyataan, cahaya harapan yang sempat redup kini kembali menyala terang, membawa mereka pada jalan masa depan yang jauh lebih pasti.
Langkah cepat dan kepedulian tulus ini pun mendapat apresiasi luas, menjadi bukti nyata bahwa masih banyak pemimpin yang hatinya benar-benar berpihak pada rakyat kecil, serta mengingatkan kita semua bahwa pendidikan adalah hak mutlak setiap anak, tak boleh ada satu pun yang terpinggirkan.(jt)







