Waterboom The Unique Park Muara Kalaban Riwayatmu Kini

oleh -68 Dilihat
Oleh marjafri

Kota yang terletak di dataran tinggi Sumatera Barat adalah kota kecil namun dikenal luas sebagai kota penghasil Batubara dengan kualitas terbaik di Indonesia sejak dari jaman Kolonial Belanda.

Selain kandungan mineral tersebut diperut buminya , Sawahlunto juga memiliki keindahan alam serta area rekreasi bagi warga kota dan sekitarnya seperti Kolam renang Muaro Kalaban .

Pemandian alam yang terletak ditepi jalan lintas Sumatera dengan air yang bersumber dari pegunungan ini ditangan Walikota Ir.H Amran Nur disulap menjadi arena rekreasi Waterboom dan diresmikan penggunaannya pada tanggal 1 Januari 2007.

Pembangunan Waterboom Muaro Kalaban ini merupakan waterpark pertama di Sumatera Barat dan mendapat sambutan luas dengan jumlah kunjungan yang meningkat dari waktu ke waktu.

Melihat potensi wisata air memiliki peluang besar serta sesuai dengan Visi Kota , apalagi tingkat kunjungan yang membludak sehingga melebihi daya tampung objek wisata tersebut khususnya pada hari libur , Amran Nur kembali membuat terobosan dengan membangun Waterbom tahap II masih dikawasan yang sama namun terletak dipinggang perbukitan dengan konsep seperti kolam diatas kolam dan diresmikan pada hari Rabu, tanggal 4 Februari 2009.

Objek wisata Waterboom The Unique Park yang saat ini dikelola oleh Perusahaan Milik Daerah PT. Wahana Wisata Sawahlunto (WWS) menjadi salah satu objek wisata andalan dikota Sawahlunto terbukti hingga tahun 2022 ini tingkat kunjungannya berada pada peringkat kedua setelah Taman Satwa Kandi yaitu 9805 kunjungan wisatawan pada libur Idul Fitri 1443.H/2022.M .

Kini 15 tahun sudah usianya sejak dbangun dan diresmikan oleh Walikota Ir. H. Amran Nur , objek wisata yang pernah menjadi primadona di Sumatera Barat ini kondisinya sangat butuh perhatian dan penanganan dari segenap pihak yang berkepentingan.

Dari apa yang nampak secara kasat mata saat penulis bersama salah seorang rekan media berkunjung ke lokasi tersebut , terlihat kerusakan yang terjadi seperti plafon yang sudah pecah disana-sini, atap bocor, kamar bilas dan tempat penitipan barang , sarana bermain air, kolam boat anak, keramik lantai yang sudah mengelupas, pagar berkarat dll…dll.

Perlu kesamaan persepsi antara eksekutif sebagai pihak yang berkepentingan langsung terhadap Perusda PT.WWS dengan legislatif dalam mencarikan solusi terutama terkait dengan anggaran perbaikan / revitalisasi karena seperti diketahui , hantaman pandemi Covid-19 yang terjadi selama lebih dari dua tahun belakangan ini tentu sangat berdampak terhadap keuangan dimana objek wisata tersebut tidak dapat beroperasi sebagaimana mestinya.

Akan sangat disayangkan bila apa yang sudah dibangun dan menjadi salah satu pendongkrak perputaran roda ekonomi masyarakat dimana banyak yang menggantungkan nasibnya baik sebagai pekerja maupun mencari nafkah dengan menjual jasa dan berdagang di seputaran kawasan objek wisata ini khususnya dan juga sebagai salah satu sumber PAD kota Sawahlunto , secara perlahan memudar dan surut seiring berjalannya waktu.

*Marjafri – Founder Komunitas Anak Nagari Sawahlunto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.