Riwayat Si Patai Gelar Maharadjo Djambi . “Gembong Anti Kolonialisme Dan Pentolan Sarekat Djin Di Ommelanden Padang”

oleh -500 Dilihat

Metrotalenta.online–Entah apa yang membuat ia digelari Maharadjo Djambi, si Patai adalah salah satu tokoh anti kolonialisme di ranah minang.

Orang yang menyandang berbagai gelar Diktator, Tirani, Rampokers dll akibat tindakannya yang membuat Belanda berikut antek-anteknya kehilangan kenyamanan bahkan nyawa bila berurusan dengan Lebai Patai ini.

Sepak terjangnya berawal dari kebijakan pungutan Pajak (Belasting) yang diterbitkan Belanda pada tanggal 21 Februari 1908 dan mulai berlaku 1 Maret tahun itu, si Patai unjuk gigi melakukan perlawanan terhadap kesewenang-wenangan kolonial Belanda.

Ketentuan pajak yang sangat membebani masyarakat di Minangkabau pada khususnya tersebut meliputi :
– Oofd belasting (pajak kepala),
– Inkomsten belasting (pajak pemasukan suatu barang/cukai),
– Hedendisten (pajak rodi),
– Landrente (pajak tanah),
– Wins belasting (pajak kemenangan / keuntungan),
– Meubels belasting(pajak rumah tangga),
– Slach belasting (pajak penyembelihan),
– Tabak belasting (pajak tembakau), dan
– Adat huizen belasting (pajak rumah adat).

Kebijakan baru ini dilawan oleh berbagai Negeri di Sumatra Westkust dengan mengeluarkan resolusi penentangan. Luhak Agam tidak memenuhi undangan kepala laras saat sosialisasi dan terjadi demonstrasi besar di kantor asisten residen di Bukittinggi. Dalam aksi tersebut para demonstran merobek blanko pembayaran belasting.

Tanpa peduli akan berbagai gejolak yang terjadi, Belanda tetap memaksakan kehendaknya. Meletuslah perang di berbagai daerah di Minangkabau yang menolak aturan pajak belasting ini.

Tanggal 15 Juni meletus perang Kamang. Perang ini dipelopori oleh Syekh H. Abdul Manan, yang gugur dalam peperangan tersebut, sementara anaknya H. Ahmad Marzuki ditangkap oleh tentara Belanda. Akibat peperangan ini hampir 100 orang mati tertembak, sementara korban pada pihak tentara kolonial sebanyak 12 orang mati dan lebih kurang 20 orang luka-luka.

Di Manggopoh juga berlangsung perang penolakan aturan pajak belasting yang dipimpin oleh Siti Manggopoh. Akibat peperangan ini 53 orang tentara kolonial mati terbunuh, sementara korban pada masyarakat sebanyak 7 orang mati dan 7 orang ditangkap termasuk Siti Manggopoh.

Di Sawahlunto, 24/25 Juni di bawah pimpinan Toeankoe Tempa masyarakat Kubang dan Lunto bergerak menggempur tangsi Belanda guna membebaskan masyarakat yang ditahan Belanda karena menyerang para petugas yang mensosialisasikan aturan pajak tersebut.

Juga di sekitar Padang, timbul pemberontakan yang dipimpin oleh Si Patai. Dimulai dari peristiwa Pauh yang mengakibatkan Beberapa pegawai pemerintah meregang nyawa . Perlawanan ini tak hanya dilakukan si Patai dan konco-konconya tapi juga didukung oleh penduduk setempat. Saat tentera berpatroli, rakyat pasang sikap acuh tak acuh sambil melakukan aktivitas sebagaimana biasanya. Bila berpapasan, mereka meletakkan ujung jarinya seperti prajurit menghormat pada perwira. Kalau jumlah yang berpatroli sedikit, ketika hendak kembali ke Padang, mereka dihadang di pesawangan. Namun yang paling sering ialah mereka merampoki rumah orang-orang kota yang bekerja sama dengan pemerintah di tengah malam.

Melihat kenyataan itu, pihak Belanda meminta bantuan ke Batavia untuk mengirimkan marsose yaitu pasukan elite belanda untuk menangkap Si Patai.

Setelah melalui perburuan demi perburuan akhirnya si Patai tertembak dalam salah satu peristiwa penangkapan dan di sidang, namun karena kurangnya alat bukti, Radjo Djambi tersebut dibebaskan.

Berikut berita tentang kejadian penangkapan dan pembebasan si Patai yang dimuat dalam Surat kabar ” Bintang Timoer ” edisi : 39 , Kemis 17 februari 1927 :
” Kata orang si Patai itu tak dimakan piloeroe dan tembakan itoe boekan mematikannja hanja ia tjuma beroleh loeka sedikit dan sesoedah itoe berapa lamanja lagi sebab ia selaloe ditjari , tertangkaplah ia dan sampai tertoentoet, tetapi karena koerang ketrangan, ia dibebaskan.

Usai tertangkap dan dibebaskan itu, si Patai surut dari dunia kekerasan, tobat dan taat menjalankan Ibadah . Pada masa itu ia telah memiliki dua orang isteri , sawah dan heller padi serta mempunyai pedati untuk transportasi membawa beras dikota kelahirannya.

Namun hal tersebut tak berlangsung lama, akibat provokasi serta hasutan demi hasutan dari orang-orang merah akhirnya pada tahun 1926 si Patai bergabung dengan Sarekat Djin yang berhaluan Komunis dan di daulat sebagai ketua persekutuan Sarekat Djin di Ommelanden Padang.

Tahun 1926 – 1927 tejadi kerusuhan dimana-mana, termasuk di Padang. Di bawah pimpinan si Patai, Sarekat Djin menjadi momok yang paling menakutkan Kolonial Belanda.

Perlawana demi perlawanan dan kerusuhan demi kerusuhan yang terjadi telah sangat merugikan kepentingan pihak kolonial. Akhirnya Belanda mendatangkan pasukan tambahan dari Batavia dan Cimahi (sebanyak 11 brigade) di bawah pimpinan Mayor Rhemrev yang diangkut dengan kapal Riemsdijk dari Batavia sampai di Padang pada bulan Januari 1927.

Terjadilah operasi sapu bersih . Di mana-mana para kepala pemberontak dibunuh dan ditangkapi. Dalam waktu singkat sudah dipenjarakan sebanyak 1100 orang di darek dan 150 di Ommelanden (Padang dan sekitarnya). Banyak di antaranya yang kemudian didigulkan …

1. Si Maän ( jongkok)yang menunjukkan tempat Si Patai bersembunyi. Berdiri dari kiri ke kanan: Wooran, Aboe, Soegiman dan Ronopawiro (anggota patroli sersan Lintong)

Berikut, riwayat hidup dan sepakterjang si Patai yang penulis rangkum dari berbagai arsip sejarah yaitu dari surat kabar2 yang terbit pada masa terjadinya peristiwa demi peristiwa dalam kehidupan si Patai hingga akhir hidupnya yang mengenaskan yaitu tewas tertembak, mayatnya diarak keliling kampung dengan kepala di penggal dari badannya.

2. Situasi di halaman rumah Assistent Demang Pasar Ambacang, waktu mayat Si Patai dan teman-temannya dibawa ke sana.

( 1 ) SI PATAI DITEMBAK MATI

Beloem lama ini kita telah kabarkan, bahwa Si Patai ialah seorang kepala pemimpin pembrontakan Communist di Sum. Barat jang telah lama ditjari dapat dltembak sampai mati oleh kawanan militair.

Lebih djaoeh tentang keadaannja Si Patai itoe , menoeroet oejarnja Tjahaja Sumatra, adalah seperti berikoet :

* Keadaan si Patai

Si Patai itoe adalah seorang anak negri kampoeng Kelawi Ommelanden van Padang dan mempoenjai orang toea disana.

Sedjak waktoe didjalankan belasting dalam tahoen 1908 maka timboel gerakan jang koerang baik di Ommelanden jang mana orang disana beroepa enggan akan membajar hingga disana djadi keriboetan sedikit.

Semoea itoe dikepalai oleh si Patai jang memang sedjak dahoeloe ia memang terbilang djadi orang jang berani mendjalankan pekerdjaan jang tak direlakan oleh wet. Sesoedah itoe maka si Patai menghilang jang tak lama antaranja Patai dapat ditembak oleh jang berhak.

Kata orang si Patai itu tak dimakan piloeroe dan tembakan itoe boekan mematikannja hanja ia tjuma beroleh loeka sedikit dan sesoedah itoe berapa lamanja lagi sebab ia selaloe ditjari , tertangkaplah ia dan sampai tertoentoet, tetapi karena koerang ketrangan, ia dibebaskan.

Roepanja si Patai soedah merasa betapa soesahnja djadi oerang boeroean , sebab itoe ia soedah tobat dan Sembahjang dan dalam hal inilah ia telah mempoenjai doea orang isteri dan mempunjai sawah dan lesoeng padi oentoek mendjadi oesahanja dan tak loepoet berpedati membawa beras kedalam kota ini.

Orang2 jang tahoe akan halnja si Patai, sekarang memoedji atas tingkah lakoenya jang telah beroebah itu hingga sekarang ia telah mendjadi seorang jang mempoenjai wang di Ommelanden sedang disebelah Goenoeng Sarik sangat dimaloei orang dan dipertjajai, sebab si Patai betoel2 berlakoe loeroes.

* Beralih Pedoman

Songgoehpoen si Patai soedah mendapat kehidoepan jang sempoerna dan mendjadi pandangan bagi orang kampoeng, maka selalulah ia mendapat koendjoengan dari orang jang mendjadi propagandist kaoem merah sebelah kesana, memasoekkan perasaan jang tak baik hingga Patai jang bermoela hatinja telah soeroet dan tedoeh , sekarang bangkit kembali, apalagi dalam gerakan merah ia telah diangkat mendjadi generaalnja .

Nama si Patai inilah jang selaloe dikepit oleh kaoem merah jang lain sehingga orang2 kampoeng jang memang tahoe dan mengenal keadaan si Patai itoe, sekarang menaroeh ketakoetan yang sangat hingga pekerdjaan akan meloeaskan gerakan merah itoe dengan moedah didjalankan sebelah kesana, sebab orang merasa takoet akan si Patai itoe jang dilakoekan oleh beberapa bangsat-bangsat masa dahoeloe dan telah mendapat pentjarian lebih bagoes, sedang si Patai sendiri sebab termakan lagi segala perkataan pengandjoer itoe , terdjeroemoeslah ia kedalam pekerdjaan jang tak baik itoe.

* Si Patai Mehilang

Gerakan merah ini di Ommelanden telah mendjadi. Rampok merampok dan tembak menembak telah berlakoe, hingga karena segala hal ini pehak berwadjib jang disertai pehak militair selaloe mentjari orang jang mendjadi kepala gerakan terseboet.

Si Patai dan komplotnja lain telah mengetahoei bahwa sekarang mereka tengah ditjari. Sebab itoe Patai jang bermoela hidoep dengan doea orang isterinja dan mempoenjai harta boeat penghidoepan terpaksa meninggalkan dan pergi menjemboenikan diri kedalam hoetan di Ommelanden.

Jang berhak selaloe mentjari, tetapi beloem joega bertemoe sebab si Patai ini bersama komplotnja jang lain selaloe meawasi perdjalanan jang berhak sedang makannja selaloe diberi oleh orang kampoeng dimana karena ia selaloe mendapat toendjangan yang merasa takoet padanja, maka loeaslah perdjalanannya dan senanglah tinggal dalam hoetan itoe akan menyemboenikan dirinnja , tetapi pekerdjaannja itoe tentoe tak dapat selamanja dikerdjakan karena actie militair jang bekerdja keras di Ommelanden, telah memberanikan hati orang akan menoendjoekan dimana persemboenian orang-orang djahat begitoe djoega si Patai.

* Soedah Mati Hidoep Kembali

Dipeloearan banjak jang mentjeritakan bahwa si Patai itoe selain tahan bedil, maka ia dahoeloe telah mati kena tembak dan maitnja telah dibawa orang kekampoeng, tetapi ditengah djalan, orang silimoeti dengan kain basahan hingga ia hidoep kembali. Semoe pembitjaraan itoe tak lain hanja akan menaikkan nama si Patai belaka jang soesah dipertjajai.

* Pandai Mehilang

Kata orang djoega si Patai itoe kalaoe ia tertangkap, dan waktoe dibawa ia tinggalkan sadja satoe barang ditengah djalan, maka orang jang akan menangkap atau membawanja tak dapat melihat , hingga dengan djalan ini si Patai dapat melepaskan diri. Semoea tjerita ini terkabar dikalangan orang-orang kampoeng, hingga dengan ini nama si Patai semakin dikenal orang dan semakin ditakoeti oleh orang kampoeng di Ommelanden.

* Mati Kena Tembak

Sebagai dikabarkan kemaren si Patai itoe telah mati ditembak militair oleh pengoendjoekan si Boejoeng Sawah dan Bidin jang telah tertangkap waktoe toeroen dari boekit batie poetih dekat goeo.

Boedjoeng Sawah dan Bidin ini adalah mendjadi kepala kampoeng dari kaoem merah jang telah diangkat oleh si Patai akan mendjaganja dan mendjadi kawan dalam rimba selama ia melarikan diri.

Malang baginja Boejoeng Sawah dan Bidin waktoe akan membeli makanan kebawah boekit itoe dapat ditangkap oleh militair dan menoedjoekan dimana si Patai dan Boejoeng Saro , hingga militair pergi kesana dan dengan bersemboeni melepas tembakan hingga si Patai mati bersama Boejoeng Saro.

* Tjerita Boejoeng Sawah

Boejoeng Sawah jang mendjadi penoendjoek itoe mengatakan bahwa mereka baroe tiga hari datang keatas boekit banjaknja empat orang jaitoe Patai, Boejoeng Saro, Boejoeng Sawah dan Bidin laloe memboeat satoe padangan ketjil disana oentoek sekedar moeat anam orang sadja.

Pada waktoe Patai kena tembak itoe, mereka berdoea disoeroeh pergi membeli barang makanan, tetapi kemoedian ia dapat ditangkap militair.

* Kepala Si Patai Dipisahkan Dari Badannja

Setelah si Patai kena tembak, maka kepalanja dipisahkan dari badannja dan dibawa keroemah sakit disini .

Kemarin banjak dari familie si Patai jang minta soepaja kepala si Patai itoe dikembalikan, soepaja akan ditanam bersama maitnja jang tak berkepala itoe, tetapi permintaan itoe tidak dikaboelkan.

* Keadaan Di Ommelanden

Berhoeboeng dengan si Patai dan Boejoeng Saro telah ditembak mati oleh militair, maka boleh dikata kaoem merah disana telah kehilangan generaalnja, begitoe djoega beberapa orang jang mendjadi hoofdleidernja soedah banjak jang tertangkap dan sekira kira sekarang tinggal lagi beberapa orang jaitu Gandjil, Maasoen, Naabas, Naboen, Pakih Sarak dan doea tiga orang lain jang tak dikenal namanja tetapi boleh diharap tak lama lagi habis tertangkap ataoe kena tembak hingga keadaan di Ommelanden akan aman kembali.

( KRONOLOGI TEWASNYA SI PATAI )

( 2 ) SI PATAI DITEMBAK MATI
* Pengoendjoekan pertama

Seblonnja kita wartaken tentang si Patai, itoe kepala pemboenoeh dan perampok di Ommelanden van Padang jang sekian lama telah ditjari oleh bestuur dan militair, ditembak mati, maka ada baiknja djoega aken kita terangken bagimana militair soeda bisa dapetken ketrangan dimana tempat bersemboeninja itoe orang boeoroean dengen ia poenja pengikoet pengikoet jang setia.

Pada hari Selasa jang baroe laloe, seorang Boemipoetra bernama Mahan tela diketemoeken oleh militair di satoe tempat deket Koeboe Gadang. Koetika ia ditanja, maka ia mendjawab behoea ia aken pergi ka oetan boeat tjari kajoe, aken tetapi ditangannja telah diketemoeken sendjata .

Dengen tida tempo lagi Korporaal Toejoe dan fuselier Soegiman tangkap itoe orang dan bawak ka bivak militair di Pasar Ambatjang. Pertama ini orang tida maoe terangken behoea itoe makanan dibawak olehnja oentoek si Patai dan dimana tempat si Patai bersemboeni.

Sesoedanja didesek dan ditanja teroes oleh militair, maka Mahan mengakoeh djoega behoea si Patai ada bersemboeni di satoe goa batoe di Boekit Batoe Poetih. Sekoetika itoe djoega Korporaal Toejoe dan fusilier Soegiman berangkat dengen si Mahan boeat pergi ka itoe tempat, aken tetapi si Patai tida diketemoeken, melahan marika poelang dengen tangan kosong.

* Pengoendjoekan kedoea

Begitoelah kemaren tengah hari kira kira djam 12 koetika militair bikin patrolie, maka telah diketemoekan doea orang bernama Boejoeng Sawah dan Bidin selagi mendatangin dari djoeoroesan Boekit Batoe Poetih, tida berapa djaoe dari Goeo, masoek bilangan Paoeh, hendak menoedjoe ka Boekit Batoeng boeat beli beras oentoek si Patai.

Kedoea orang itoe jang didoega ada djadi kepertjajaannja si Patai, soeda lantes ditangkap dan digiring ka kantoor dari Onderdistrictshoofd di Pasar Ambatjang.

Pada marika laloe ditanja dimana tempat semboeninja si Patai; aken tetapi marika tida maoe menerangken, hingga achirnja kedoea orang itoe diiket dipoehoen kajoe. Sesoedanja ditanja dan didesek teroes dengen berbagi bagi pertanjaan tentang tempat semboeninja si Patai, maka achirnja marika mengkoeh djoega dimana marika poenja Radja berada. Marika menerangken behoea si Patai berada di satoe pondok ketjil diatas Boekit Batoe Poetih.

Sergeant Lintong dan fuseliers Wage, Wilar dan Sarin lantes berangkat ka itoe boekit boeat bisa tangkap atawa tembak pada itoe kepala rampaok dan boenoe jang soeda lama ditjari. Ini penjerangan telah diatoer dengen bagoes oleh sergeant Lintong, hingga marika soeda bisa sampei deket itoe pondokan, jang roepa-roepanja baroesan rampoeng dikerdjaken, tapi tida mempoenjai pintoe, melahan pondokan sadja, didalem mana ada terlaloe gelap.

Militair laloe adaken pengepoengan dari ampat pendjoeroe, dan tembakan lantes ditembaken oleh militair itoe, dan tida lama kemoedian telah kelihatan si Patai keloear dari dalem pondokan itoe dengen tangan kirinja memegang satoe roedoes dan tangan kanannja memegang satoe browning dan kepalanja si Patai ada memakei kain poetih.

Di itoe waktoe militair lantes lepasken tembakan, hingga satoe pelor telah mengenahken peroetnja si Patai jang di itoe waktoe soeda djatoh, aken tetapi tida lama kemoedian ia berdiri poela dengen mengedjar keloear. Si Patai jang soeda djadi kalap melihat kanan dan kiri mentjari korbannja, aken tetapi ia tida dapet lihat siapa djoega, kerna orang orang militair soeda bersemboeni di blakang rawah.

Sergeant Lintong laloe lepasken tembakan poela hingga mengenahken pipi kirinja si Patai dan menemboes ka blakang kepalanja hingga hantjoer. Ini pelor telah lontjat poela ka blakang hingga mengenahken Boejoeng Saro jang di itoe waktoe berada dalem pondokan itoe, dibetoelan kepalanja. Sekoetika itoe djoega Boejoeng Saro roeboeh dengen tida bernapas lagi.

Itoe keampat orang militair lantes mengedjar pada itoe kedoea orang jang soeda roeboeh, dengen melepasken tembakan lebih djaoe. Dengen tida tempo lagi maitnja si Patai ditoesoek dengen klewang, sedengken kepalanja dipisahken dari badannja, koeatir itoe orang djahat masih sadja bernapas boeat serang koembali pada militair.

Maitnja si Boejoeng Saro soeda tida bergerak lagi kerna itoe pelor soeda tjoekoep bikin djiwanja di itoe koetika djoega melajang. Kepala si Patai laloe dibawak ka Pasar Ambatjang, sesoedanja ditontonken pada pendoedoek kampoeng.

* Barang barang jang di beslag.

Dalem itoe pondokan telah diketemoeken banjak barang makanan dan di tangannja si Patai telah dibeslag satoe browning dengen 31 pelor diem, satoe roedoes dan oewang sedjoemblah f 105.51. lebih djaoe dideket Boejoeng Saro telah diketemoeken satoe senapan enkel loop model koeno.

Patai ada memakei satoe iketan kepala dari kain poetih, dan seblonnja ini pendjahat dan kepala communist denger tembakan jang pertama, maka ia soeda dapet taoe terlebih doeloe, hingga ia soeda keloearken kepalanja dari itoe pondokan. Roepa-roepanja ia soeda dapet perasaan koerang enak.

* Siapa jang tembak ?

Boeat ini kepala rampok dan pendjahat di Ommelanden van Padang oleh pamerenta telah dikasiken satoe premie besarnja f 500.-, dan orang tentoe masih inget behoea seblonnja ini pemimpin dari sarekat Djihin ditembak mati, maka di paloearan seringkali pitjah kabar behoea ia soeda ditembak mati, aken tetapi itoe kabaran semoeanja djoesta belaka.

Siapa jang menembak pada ini kepala rampok belon bisa ditetepken, kerna di itoe waktoe militair boekannja pandang pada premie, aken tetapi marika pandang marika berhadepan moeka dengen satoe moesoe jang sanget berbehaja, oleh sebab itoe tembakan dilepasken dari ampat djoeroesan, hingga soesa bisa ditetepken siapa jang sebenernja soeda tembak mati pada si Patai.

Kita mendapet kabar behoea Sergeant Lintong lepasken doea tembakan, fuselier Wage 2, fuselier Wilar 2 dan fuselier arin 4 tembakan. Si Patai ada satoe orang jang berbadan besar dan tegep, hingga kaloe tida lekas dikrojok begitoe roepa bisa djadi ini orang jang kalap dan berbehaja aken lakoeken pembalesan dengen sendjata jang berada di tangannja, tapi beroentoenglah seblonnja ia bisa lepasken tembakan pada militair, terlebih doeloe ia soeda roeboeh di tanah. (Si Patai tewas terbunuh hari Kamis, 3 Februari 1927).

* Riwajat si Patai.
Si Patai, koetika terbit keriboetan belasting di taon 1908, soeda pernah dapetken bebrapa tembakan di toeboehnja, aken tetapi ia soeda tida djadi mati. Kemoedian Patai dapet ditangkap dan diserahken dalem tangannja justitie. Koetika ia poenja perkara dipriksa oleh Landraad, oleh kerna ia poenja kesalahan tida berboekti, maka ia dibebasken dari toentoetan. Ia ada terkenal sebagi satoe djago berkelai dan djago djoedi, dan ia seringkali adaken pendjoedian di oetan oetan. Pada bebrapa taon jang laloe si Patai ini soeda djadi satoe pendoedoek jang baik, dan ia soeda mempoenjai penggilingan beras serta hidoep dengen sederhana.

Dalem taon 1925 si Patai telah dapet diasoet oleh kaoem merah dan koembali ia telah lakoeken perlawanan, dan ia soeda bikin vergadering vergadering resia di Goenoeng Sarik. Sedari itoe waktoe ia ditjari oleh bestuur dan militair dan sewaktoe itoe ia soeda djadiken dirinja orang boeoroean sampei pada waktoe kemaren soreh ia ditembak mati.

Sekarang tinggal lagi doea pemimpin communist jang belon ditangkap di Ommelanden van Padang, jaitoe Gandjil dan Sirin.

( 3 ) MAJITNYA SI PATAI

Majitnja si Patai tidak diserahkan pada familienja, dan telah dikoeboer dalam satoe tempat jang tidak diketahui oleh mereka.

*****************
Akhir kisah si Patai .
De avondpost Datum 09-03-1927

Itulah akhir dari petualangan si Patai ” Maharadja Djambi ” Tewas ditembak, mayatnya dimutilasi (Kepala dipenggal) dan diarak keliling kampung setelah tujuh patroli dibawah pimpinan Sersan Menado ” Lintong ” menjelajahi pegunungan timur laut Goeo selama tiga hari tiga malam.

Si Patai, seorang tokoh penting di Ommelanden yang telah diburu selama bertahun tahun kini riwayatnya usai sudah

Dia adalah seorang perampok sejati yang memiliki aura pahlawan klasik dari cerita-cerita perampok yang paling terkenal. Dalam beberapa tahun terakhir, Si Patai “menghasilkan” uang seperti air, tetapi dia juga membiarkannya mengalir dan membagikanya pada orang-orang kampung.

Dia bertindak dan membangun citra dirinya sedemikian rupa sehingga di Ommelanden telah menjadi sosok yang lebih ditakuti di mata penduduk daripada pegawai negeri Eropa ataupun Pribumi. Dapat dikatakan bahwa seluruh wilayah Padang begitu dikuasai oleh Si Patai .

Si Patai juga membangun divisi balas dendam tersendiri. Divisi yang dipimpin oleh seorang pembunuh profesional yaitu si Ganjil, Djin Sarekat yang akan menyingkirkan apapun yang menghalangi jalan Si Patai.

Kisah-kisah yang tak terlukiskan sekarang sedang diceritakan tentang cara orang hidup di Ommelanden. Dipimpin oleh sekelompok preman. Pembunuhan telah dilakukan dan perampokan telah diorganisir, yang tidak pernah diketahui oleh pemerintah. Hingga kini sang pemimpin telah menemukan takdirnya.

*** TAMAT ***

* Disunting dari berbagai sumber.
* Foto :
1. Frans Naeff, Het aanzien Nederlands Indië: herinneringen aan een koloniaal verleden. Amsterdam: Amsterdam Boek, 1978:139).
2. niadilova.wordpress.com – melawan amnesia sejarah.
3. niadilova.wordpress.com – aksi penumpasan pemberontakan pki di sumatera barat -1927
* Penyunting = Marjafri ” Komunitas Anak Nagari Sawahlunto “.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.