Kembangkan Strategi Interprestasi WTBOS , Tim UNESCO Gelar Diskusi Bersama Stake Holder Terkait Di Kota Sawahlunto

oleh -86 Dilihat

Sawahlunto,Metrotalenta.online–Pertahankan dan kembangkan Nilai Universal Luar Biasa yang terdapat pada Warisan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto , UNESCO Office Jakarta bersama Tim SEAMS gelar diskusi sebagai bentuk sosialisasi pengembangan strategi interprestasi warisan dunia dan industri kreatif bersama segenap stake holder terkait , bertempat di Khas Ombilin Hotel , Selasa (7/6/2022).

Kota Sawahlunto masuk dan di akui sebagai situs warisan dunia karena memenuhi dua dari enam kriteria kategori situs budaya yang wajib dilestarikan yaitu pada point II dimana Warisan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto memperlihatkan pertukaran tekhnologi Tambang antara Belanda dan kawasan koloninya selama paruh kedua abad ke-19 dan awal abad ke-20 serta pada point IV yaitu contoh yang luar biasa dari sebuah himpunan teknologi yang dirancang untuk efisiensi maksimal dalam perolehan sebuah sumber daya penting dan strategis yang dalam hal ini adalah Batubara jelas Industri , papar Programme Specialist and Head of Unit Culture UNESCO Jakarta, Moe Chiba.

Ada beberapa “kewajiban” yang melekat ketika suatu kawasan situs cagar budaya ditetapkan sebagai warisan dunia diantaranya adalah mempertahankan outstanding universal values yang ada di warisan dunia tersebut agar tidak rusak atau tercemar. Tentunya akan banyak aspek yang harus diperhatikan untuk melaksanakan “kewajiban” ini antara lain pelestarian fisik, pemanfaatan saat ini, atmosfer, dan pelestarian setting sebagai pendukung fisik warisan.

Adapun kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan untuk memetakan serta mendapatkan data awal dari pemerintah dan masyarakat untuk nantinya dikembangkan sebagai bentuk interpretasi warisan dunia Tambang Batubara Ombilin kata Moe Chiba lebih jauh.

Sementara itu , Andrew Henderson (Consultant SEAMS) ketua tim yang dipercaya untuk melaksanakan kegiatan pendataan interprestasi ini menuturkan bahwa WTBOS memiliki keunikan tersendiri karena terdiri dari tiga atribut penting serta berbagai aspek tinggalan lainnya yang memiliki nilai sejarah dari perkembangan teknologi dan peradaban.

“Tak hanya fisik tapi juga warisan budaya lainnya bahkan keberadaan buruh tambang yang terdiri dari berbagai suku dan bangsa ini melahirkan suatu bahasa baru sebagai jembatan perbedaan tersebut yaitu bahasa Tangsi” kata Andrew.

Agar program yang digulirkan UNESCO ini dapat berjalan maksimal, dalam sesi sosialisasi dan diskusi ini kami mengharapkan masukan dan saran dari segenap stake holder yang ada sehingga diperoleh hasil yang sama-sama diharapkan dalam rangka pelestarian dan pengembangan strategi interpretasi tentang WTBOS ini nantinya , tutur Andrew mengawali sesi diskusi yang difasilitasi oleh Dinas Kebudayaan PBP Kota Sawahlunto dengan dipandu oleh petugas dari unsur Balai Pelestarian Cagar Budaya Sumbar.

*Marjafri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.