Lubuk Basung, Metrotalenta.online.- Puluhan murid SD, TK, dan PAUD di Kecamatan Lubuk Basung dilarikan ke RSUD dan Puskesmas serta RS Riski Bunda, Lubuk Basung usai diduga keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan melalui dapur SPPG MBG Kampung Tangah.
Korban di antaranya Rezi Putri Yanti, murid kelas IV SDN 62 Batu Hampa, Arnadewita dari SDN 56 Sikabu, hingga Winsa Naifa Indriana (5) murid TK Pratiwi Manggopoh. Bahkan, Zainar, orang tua Arnadewita, ikut mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi nasi goreng MBG yang dibawa pulang anaknya.
“Meski jumlah pasti korban dari 2.600 porsi makanan belum diketahui, kejadian ini memicu kepanikan. Sekda Agam, Lutfi, bersama Direktur RSUD dr. Riko dan Camat Lubuk Basung Ricky Eka Putra ikut mendampingi penanganan korban. Namun, pihak kecamatan mengaku masih menunggu hasil kajian medis terkait penyebab pasti keracunan.
Ironisnya, sumber terpercaya menyebut dapur SPPG MBG Kampung Tangah tidak menggunakan bahan dari suplier resmi, melainkan pemasok ilegal demi meraup keuntungan lebih besar. Dugaan inilah yang memicu sorotan tajam terhadap lemahnya pengawasan Pemkab Agam.
Lebih parah lagi, Agus Tarnius, Direktur Operasional MBG, ketika dikonfirmasi justru lepas tangan.
“Itu bukan wewenang saya. Saya tidak tahu-menahu, itu tanggung jawab pengawas dan kepala dapur,” ujarnya. Sikap ini makin menunjukkan bobroknya manajemen MBG di Agam.
Masyarakat mendesak Polres Agam segera turun tangan, mengusut tuntas kasus ini, serta melakukan audit sterilisasi dapur dan kelayakan bahan makanan agar peristiwa serupa tidak kembali menimpa anak-anak sekolah.”
(Zlk)*







