3th OCMHS , Disbud PBP Sawahlunto Gelar Sarasehan Bersama Segenap Dinas/Instansi Serta Stakeholder Dan Komunitas Terkait Se-Sumatera Barat

oleh -207 Dilihat

Sawahlunto,Metrotalenta.online–Tiga tahun lalu Sumatera Barat mencatat sejarah penting dalam upaya pelestarian peninggalan bersejarah di dunia Internasional yakni pada tanggal 6 Juli 2019 ditetapkannya Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto (OCMHS) sebagai salah satu warisan dunia melalui sidang komite warisan dunia United Nations Educational Scientific And Cultuural Organization (UNESCO) ke-43 di Baku, Azerbaijan .

Dalam rangka memperingati momen tersebut diatas sekaligus sosialisasi dan dengar pendapat bersama segenap stake holder terkait , Dinas Kebudayaan Peninggalan Bersejarah Dan Permuseuman (Disbud PBP) Kota Sawahlunto menyelenggarakan kegiatan Sarasehan dengan tajuk ” Tiga Tahun Pasca Di Tetapkannya OCMHS Sebagai Warisan Budaya Dunia” , Rabu 6 Juli 2022 bertempat di Gedung Pusat Kebudayaan Kota Sawahlunto.

Walikota Sawahlunto dalam hal ini oleh Sekretaris Daerah Ambun Kadri dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf walikota tidak dapat menghadiri kegiatan dimaksud.

Terkait dengan OCMHS , Ia menuturkan bahwa Pemko Sawahlunto selalu berperan serta aktif dalam memantau dan memastikan kondisi Asset cagar budaya khususnya yang berada di Area A (Kawasan / Kota Tambang Sawahlunto).

“Saat kini Kami tengah mengambil langkah tertentu dalam rangka memastikan keterawatan Area A yaitu kawasan tambang dan pusat perkotaan dimana pada kawasan tersebut terdapat berbagai bangunan cagar budaya serta museum yang terdaftar sebagai Warisan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto (WTBOS), kata Setdako Sawahlunto.

“Begitu juga hendaknya pada Area B dan C yang meliputi 6 (enam) Kota/Kabupaten lainnya di Sumatera Barat yaitu Kota Solok, Kabupaten Solok, Kabupaten Tanah Datar, Kota Padang Panjang, Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Padang”.

“Mari saling bahu membahu bekerjasama mencari jalan dan solusi agar Warisan Dunia ini berdampak positif dalam mendongkrak perekonomian di 7 kab/kota yang tempat WTBOS tersebut berada” tutur Ambun Kadri

Dalam pada itu Kepala Dinas Kebudayaan Peninggalan Bersejarah Dan Permuseuman (Disbud PBP) Kota Sawahlunto, Hilmed pada pembukaan sarasehan memaparkan perjalanan panjang dalam memperjuangkan Warisan Tambang Ombilin tersebut hingga terdaftar dan ditetapkan sebagai warisan dunia “Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto From UNESCO”.

Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Barat yang diwakili oleh Kepala Bidang Destinasi Dan Industri Pariwisata Sumatera Barat, Doni Hendra sebagai Nara sumber dalam paparannya menuturkan, agar pengembangan OCMHS ini dapat berjalan seperti yang diharapkan, butuh dukungan dan kerjasama penuh dari pemerintah daerah dalam hal ini Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dengan tujuh kota/kabupaten serta stakeholder terkait diantaranya PTBA, PTKAI dan lainya yang terkait langsung dengan keberadaan WTBOS tersebut.

Dalam sesi diskusi dan tanya jawab , mengemuka saran untuk segera merealisasikan pembentukan badan pengelola yang berperan penting dalam mengakomodir serta memfasilitasi kepentingan 7(tujuh) kota/kabupaten yang terkait dengan OCMHS atau WTBOS tersebut agar Warisan Dunia ini dapat berperan dan berdampak secara maksimal terhadap roda perekonomian masyarakat khususnya di daerah-daerah yang terkait langsung serta masyarakat Sumatera Barat pada umumnya.

Sarasehan ini dihadiri oleh Kepala OPD Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Se-Sumatera Barat, Komunitas Kereta Api, Komunitas Heritage , Komunitas Budaya, segenap Dinas terkait di Pemerintahan Kota Sawahlunto dan Ahli Mesin Industri Albert Gieseler (Jerman).

Momen 3th OCMHS ini diakhiri dengan acara puncak peringatan yang berlangsung di Balairung rumah dinas Walikota Sawahlunto pada malam harinya .

*Marjafri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.