Metrotalenta.online-Turunnya harga Gambir di tingkat petani di Sumbar membawa penderitaan panjang bagi petani Gambir karena efek dari pasar global ini.
Momentum arah dan kebijakan pemerintah daerah provinsi Sumbar tentang komoditi Gambir sebagai komoditi spesifik dari 2 daerah kabupaten Pessel dan kabupaten Lima puluh kota , maka dinas perdagangan Sumbar melakukan dengar pendapat menyangkut harga standar Gambir di tingkat petani Gambir guna meningkatkan perekonomian petani yang sejahtera di daerah ini . Dilakukan dengar pendapat dinas perdagangan dengan komisi 2 dprd Sumbar beserta IKM Gambir pesisir Selatan yang didampingi oleh dua anggota dprd Pessel pada Kamis ,2 Oktober 2025 di ruang khusus 2 dprd Sumbar .
Kepala dinas perindustrian dan perdagangan provinsi Sumbar Ir .Novrial mengatakan kewenangan dinasnya untuk menstabilkan harga Gambir di Sumbar adalah dengan menjalankan aturan di Perda provinsi Sumbar yang lahir pada 26 Agustus 2025 ini .
Sumbar telah menguasai 90% pasar dunia untuk gambir mentah namun nilai ekonominya masih rendah karena dominasi ekspor Gambir mentah .
Namun harganya sangat rendah mencapai 23 ribu/kilo. Standarnya berkisar 40 ribu hingga 50 ribu/kilo agar petani Gambir di Sumbar bisa sejahtera .
Menanggapi hal tersebut ketua komisi 2 Ilson Cong Dr Mangguang sangat serius untuk menstabilkan harga Gambir di Sumbar dengan meningkatkan mutu dan kualitas Gambir untuk di ekspor ke India . Walaupun dalam kenyataannya Gambir yang dicampur tanah liat lebih disenangi pedagang pedagang Gambir .
Langkah kita kedepan memang Gambir bukan ekspor unggulan tapi Gambir merupakan spesifik dari Sumbar ,jangan sampai spekulasi harga tidak stabil sehingga petani dirugikan . ( Sony )







