Sawahlunto,metrotalenta.online–Galanggang Arang adalah sebuah agenda rangkaian perhelatan budaya yang digagas oleh Kemendikbud RI sebagai upaya Aktivasi tindak lanjut penetapan WTBOS oleh UNESCO pada tanggal 6 Juli 2019 di Azerbaijan, dimana penetapan Warisan Budaya tersebut merupakan pengakuan penting terhadap tinggalan tersebut bagi dunia.
Kegiatan ini akan diikuti oleh 8 Kabupaten dan Kota di Sumatra Barat yang menjadi Kawasan sebaran dan mempunyai Nilai Luar Biasa dampak dari produksi Batu Bara di Sawahlunto pada abad 19 an.
Kota Sawahlunto sebagai daerah pemilik Kawasan Utama dengan berbagai Atribut pendukung menjadi salah satu lokasi untuk pelaksanaan Galangang Arang ini.
Kepala Bidang Kebudayaan dan Peninggalan Bersejarah Dinas Kebudayaan Kota Sawahlunto, Syukri, S.Sn saat dikonfirmasi awak media mengungkapkan bahwa saat ini Dinas Kebudayaan tengah melakukan berbagai langkah persiapan penyelenggaraan Iven yang rencananya terdiri dari :
– Dialog Budaya “Sawahlunto Berkisah” . Dalam sesi ini nantinya juga sebagai ajang pendokumentasian kisah-kisah yang akan dituturkan langsung dari sejumlah tokoh atau aktivis yang akan menceritakan keterlibatan mereka membangun kota Sawahlunto Paska tahun 2000an.
– Pameran Foto “Sawahlunto Menuju Warisan Dunia”. Pada ruang ini akan dipamerkan aktivitas – aktivitas terkait upaya Penetapan Warisan Budaya Dunia yang dimulai era tahun 2000an,
– Workshop Kolaborasi Musisi Multietnis dan pertunjukan yang akan melibatkan kelompok seni perwakilan multietnis se-kota Sawahlunto yang akan dipertunjukan pada malam Pembukaan Galanggang Arang Sawahlunto pada tanggal 1 Desember 2023.
– Workshop Film Dokumenter bersama Garin Nugroho dan Embie C Noer dengan melibatkan Cineas Sumatera Barat dengan output film Dokumenter WTBOS yang produksinya nanti akan dibantu oleh KEMENDIKBUD RI.
– Seniman Menyapa WTBOS.
Kegiatan ini sebagi bentuk dari respon ruang oleh penggiat seni terhadap atribut WTBOS melaui Objek Pemajuan Kebudayaan dalam bentuk Pagelaran atau pertunjukan Kesenian unik Khas Sawahlunto di beberapa titik diantaranya eks Penjara Orang Rantai dan Kawasan Sawah Luwung.
– Pertunjukan Galanggang Arang oleh Komunitas – komunitas Seni Budaya Sawahlunto
– Forum Group Diskusi WTBOS dan
– Juga Stasiun Keroncong akan digelar di Kawasan Museum Kereta Api Sawahlunto., papar Syukri melalui pesan Whatsaapp, Kamis 8 Oktober 2023.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Sawahlunto, Hilmed menyampaikan pada awak media bahwa berbagai Rangkaian kegiatan ini diselenggarakan juga dalam rangka memeriahkan hari jadi Kota Sawahlunto ke 135 tahun melalui kegiatan Makan Bajamba sebagai Gong pelaksanaan kegiatan.
“Untuk tahap persiapan awal kami telah melaksanakan Rapat Teknis dengan Kurator Galanggang Arang, Edy Utama pada hari senin 6 November 2023 di ruang rapat Kantor Dinas Kebudayaan” kata Hilmed.
Dia menuturkan, Kegiatan dilanjutkan dengan survey lapangan mencari spot-spot lokasi yang tepat untuk berbagai rangkaian kegiatan, diawali dengan kunjungan ke Museum Kereta Api untuk kegiatan Stasiun Keroncong, kemudian ke Museum Goedang Ransum untuk pemetaan lokasi Pameran Foto dan Workshop Film, dilanjutkan ke Garase PT.Ba untuk aktivasi ruang pertunjukan sanggar seni, dan juga ke Kawasan Penjara Orang Rantai untuk lokasi pertunjukan Kuda Kepang dan juga ke PLTU dan Kawasan Tambang Sawahrasau untuk aktivasi Kesenian tradisi.
Setelah peninjauan lokasi, akan dilanjutkan persiapan teknis, koordinasi dengan stakeholder dan beberapa rangkaian persiapan Pagelaran seperti persiapan personil, lay out, dan hal hal lainnya.
“Semoga dengan suksesnya kegiatan perdana Galanggang Arang ini, akan menjadi perhatian lebih serius lagi oleh Kemendikbud RI, untuk Pengembangan dan Pemanfaatan WTBOS kedepannya dan akan berdampak signifikan terhadap peningkat kesejahteraan masyarakat” pungkas Hilmed.
*marjafri







