Rabu, Juli 24, 2024

Lestarikan Talempong Batuang Disbud Sawahlunto Gelar Pelatihan Bagi Para Siswa/i SLTP

More articles

Sawahlunto,metrotalenta.online–Satu Karya budaya unik di Kota Sawahlunto telah ditetapkan Sebagai Warisan Budaya tak Benda Indonesia (WBTBI) oleh Kemendikbud RI pada tanggal 31 Agustus 2023 di Jakarta. Adapun penetapan tersebut adalah bagian dari Upaya Pelindungan sesuai dengan Amanat UU no 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Pemerintah Kota Sawahlunto berkewajiban melakukan upaya pelestarian paska ditetapkan sebagai WBTBI dan telah diterimanya Sertifikat penetapan dari Dirjen Kebudayaan Hilmar Garid kepada Gubernur Sumatra Barat, dalam hal ini Dinas Kebudayaan Kota Sawahlunto sebagai ujung tombak dan penggerak Pemajuan Kebudayaan dengan strategi Pelindungan, Pengembangan, Pemanfaatan dan Pembinaan.

Tahun 2024 ini, melalui bidang Kesenian Sejarah dan Nilai Budaya Dinas Kebudayaan Kota Sawahlunto akan mengusung program pelestarian kesenian talempong batuang. Upaya pengembangan dilakukan dengan cara pengayaan keberagaman, maksudnya dari Talempong Batuang yang awalnya secara interval nada diukur secara tradisional dan ingatan oleh senimannya dan dimainkan dengan pola interlocking atau saling mengisi antar tiga buah instrument, melalui Kajian ahli dibidang Organologi Alat Musik Tradisional pada tahun 2012 oleh Dosen ISI Padangpanjang, maka kita lakukan pengembangan sesuai dengan rekomendasi padda kajian tersebut.

Adapun rekomendasi tersebut diantaranya adalah untuk memperkaya warna bunyi dan pola permainan dari talempong batuang, maka diperlukan pengembangan ke arah Orkestrasi atau Ansambel dengan cara menciptakan dan menambah beberapa instrumen pendukung serta memakai Nada dasar yang sama dan juga mengikuti interval musik konvensional agar kedepan bisa dikolaborasikan dengan beberapa alat musik konvensional lainnya.

Selain instrument talempong batuang yang akan diproduksi menghasilkan sebanyak 7 nada atau satu oktaf dimulai dengan dasar C dengan frekwensi 264 Hz, yang berfungsi sebagai pembawa melodi akan ditambahkan Instrument Talempong Bilah sebagai filler dari melodi dasar atau biasa disebut sebagai bunga melodi pada musik melayu. Untuk menghadirkan warna bunyi low akan dilahirkan melalui Talempong Batuang Bass, terbuat dari beberapa ruas bambu yang dipotong sebanyak tujuh buah untuk menghasilkan satu oktaf nada juga dimulai dengan Nada C, Talempong bass dibuat kedudukan untuk tatakan bambu dan untuk menghasilkan bunyi mulut bambu akan dipukul dengan karet mirip sendal jepit atau seperti bat permainan bola pimpong yang terbuat dari karet dan busa. ketiga instrument tersebut masuk kedalam alat musik perkusi melodis.

untuk alat perkusi ritmis, ansambel talempong batuang akan dilengkapi dengan Djembe, alat musik perkusi bermuka satu (single headed drum) yang berasal dari Africa, tetapi sejak awal tahun 2000an telah banyak dipakai juga oleh kelompok-kelompok musik tradisional di Nusantara baik untuk garapan karya musik baru berangkat dari tradisional, juga pada penggarapan musik pengiring tari daerah kreasi. Pada Djembe bisa diolah tiga warna bunyi dalam mengiringi lagu-lagu yang akan dimainkan, Dum untuk Bas, Tak untuk middle dan Slap untuk high.

Selain perkusi ritmis dan melodis, juga dihadirkan alat musik tiup tradisional (aerophone) yaitu Bansi dengan nada dasar C dan bansi dengan Nada dasar C1, juga ditambah dengan Sarunai, alat tiup tradisional Minangkabau yang cendrung berbunyi high dan biasanya pada ujung sarunai memakai tanduk kerbau sebagai ruang resonansi bunyi.

Seperangkat ansmble tersebut sudah mulai diproduksi sejak awal Januari 2024, dikerjakan oleh seorang Seniman Sawahlunto yang juga ahli dalam pembuatan alat musi terutama berbahan kayu dan Bambu bernama Syamsul Bahri yang juga selalu aktif berkesenian pada beberapa sanggar tari dan musik tradisional di Kota Sawahlunto.

Berikutnya Program ini juga menjawab upaya pewarisan Talempong Batuang kepada generasi, sesuai juga dalam amanat undang-undang bahwa pengarusutamaaan kebudaan dilakukan melalui pendidikan. Jadi, nantinya program ini nantinya akan melibatkan Siswa/i SLTP di Kota Sawahlunto yang akan diseleksi kemampuan musikalitasnya kemudian dilakukan pelatihan oleh instruktur seni musik yang telah memahami tentang talempong batuang. jika diamati kembali Strategi Pemajuan Kebudayaan kegiatan pelatihan ini adalah bagian dari Pembinaan SDM Kebudayaan.

Jumlah personil pada satu kelompok ansamble musik ini berjumlah 3 orang pada posisi Talempong Batuang, 3 orang pemegang alat musi talempong bilah, 1 Orang pada Talempong Batuang bas, 3 orang pemain alat tiup masing-masing pada posisi Bansi C gadang, Bansi C ketek, Sarunai dan satu orang pada posisi musik perkusi pengatur tempo yaitu Djembe, jadi total berjumlah 11 orang pemain musik.

Proses pelatihan akan dimulai pada bulan Februari sampai dengan bulan Mei, dimulai dengan pengenalan sejarah dan insrument talempong batuang, cara memainkan dan dilanjutkan dengan memainkan aransemen lagu-lagu.

Hasil pelatihan ini akan dipagelarkan pada puncak acara Peringatan 5 Tahun penetapan OCMHS pada tanggal 6 Juli 2024. Penampilan kesenian batuang ini juga nantinya akan diapresiasi oleh Siswa/i se Kota Sawahlunto sebagai tahap awal sosialisi dimana nantinya kegiatan ini akan diajukan melalui Surat edaran atau Perwako nantinya menjadi materi wajib kegiatan Extrakurikuler.

*Syukri/marjafri

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

iklan

iklan

Latest