spot_img
spot_img
BerandaDAERAHKAB.PASAMANKlarifikasi : Tidak Ada Sangkut-Paut Kasus Penganiayaan Saudah dengan Rohom

Klarifikasi : Tidak Ada Sangkut-Paut Kasus Penganiayaan Saudah dengan Rohom

Pasaman,metrotalenta.online—-Roni Irawan alias Rohom secara tegas membantah segala upaya pengaitan dirinya dengan aktivitas tambang emas di Pasaman, terlebih dengan kasus penganiayaan Saudah yang belakangan mencuat. Rohom menegaskan, tudingan tersebut tidak berdasar, menyesatkan, dan berpotensi menjadi fitnah.

Untuk membuktikan bantahannya, Rohom bahkan menantang secara terbuka Fahrul Rozi Harahap, media Aktual Online, atau siapa pun yang merasa berkepentingan, agar turun langsung ke lapangan dan mencari alat berat yang diklaim miliknya di wilayah Pasaman.

“Silakan kerahkan seluruh sumber daya. Cari alat berat milik saya atau yang berada di bawah penguasaan saya di Lubuk Aro, Nagari Padang Mentinggi, Kecamatan Rao, atau di mana pun di Kabupaten Pasaman yang melakukan aktifitas tambang illegal,” kata Rohom kepada wartawan di kediamannya, di Lubuk Sikaping, Minggu, 11 Januari 2026.

Rohom tidak berhenti sampai di situ. Ia bahkan menyampaikan pernyataan ekstrem sebagai bentuk keyakinan penuh atas ucapannya.

“Jika ditemukan alat berat milik saya atau yang saya kuasai dan terbukti menambang emas di Pasaman, bakar saja ! Saya beri izin. Saya tidak keberatan. Tidak ada risiko hukum apa pun bagi yang membakarnya, baik pidana maupun perdata,” tegasnya dengan nada keras.

Menurut Rohom, seluruh narasi yang mencoba mengaitkan namanya dengan tambang emas di Pasaman adalah cerita lama yang sengaja dihidupkan kembali tanpa dasar fakta.

Ia kembali menegaskan untuk kedua kalinya, “Jika ada alat berat milik Saya yang melakukan aktivitas ilegal di Rao, saya ulangi: bakar saja ! ”

Dengan pernyataan tersebut, Rohom menegaskan satu hal: tidak ada lagi aktivitas tambang—baik legal maupun ilegal—yang memiliki hubungan dengan dirinya di wilayah Rao maupun Pasaman secara keseluruhan.

Segala upaya mengaitkan namanya disebut sebagai kebohongan terbuka.
“Jika ada yang mengait-ngaitkan saya dengan tambang di Rao, itu tidak benar. Itu bohong,” tegasnya.

Pernyataan Rohom diperkuat oleh fakta di lapangan. Ketua Pemuda Nagari Padang Mentinggi mengaku tidak pernah mendengar adanya alat berat milik Rohom yang beroperasi di wilayah Rao. Sejumlah warga Padang Mentinggi juga menyatakan hal serupa—tidak pernah mengetahui atau melihat keterlibatan Rohom dalam aktivitas tambang emas di daerah mereka.

Kalangan wartawan dan aktivis LSM di Pasaman pun menyampaikan pengakuan yang sama. Tidak pernah ada informasi yang valid mengenai keterlibatan Rohom dalam aktivitas tambang emas ilegal di Lubuk Aro, Padang Mentinggi, maupun Rao.

Dengan demikian, tidak ada satu pun benang merah yang logis, faktual, ataupun bernilai hukum yang dapat mengaitkan kasus penganiayaan Saudah dengan Rohom.

Apabila inisial RHM yang disebut dalam pemberitaan Aktual Online dimaksudkan untuk merujuk kepada Rohom, maka Rohom menilai pemberitaan tersebut sebagai hoaks dan fitnah serius.

Rohom menantang secara terbuka:
jika Fahrul Rozi Harahap berani menyatakan secara eksplisit bahwa RHM yang dimaksud adalah Rohom, maka persoalan ini akan berujung pada proses hukum.

“Berani atau tidak?” tutup Rohom.(jt)

Must Read
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini