Pasaman Barat, Metrotalenta.online.- Institut Agama Islam (IAI) YAPTIP Chadijah Ismail Pasaman Barat resmi mewisuda sarjana baru sebanyak 162 dengan angkatan XXVIII di aula setempat yang berlangsung meriah.
Prosesi wisuda ini dihadiri, Gubernur Sumatra Barat diwakili Staf Ahli Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan, Jasman, Bupati Pasaman Barat H Yulianto, Kepala Dinas Pendidikan, Imter Pedri, Ketua DPRD Pasaman Barat Dirwansyah.
Juga hadir Seketaris Koordinator Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta Wilayah VI Sumatera Barat, Rektor Institut Agama Islam YAPTIP Chadijah Ismail Pasaman Barat, Iswandi bersama Wakil Rektor,
Ketua Yayasan Chadijah Ismail Pasaman Barat H. Syamsul Rizal SH, seluruh elemen kampus, baik dosen, staf, mahasiswa, alumni, orang tua wisudawan beserta para undangan lainya Kamis (29 /10/2026).
Rektor Institut Agama Islam YAPTIP Chadijah Ismail Pasaman Barat Dr. Iswandi, MA menyampaikan, wisuda 162 sarjana hari ini memiliki makna yang sangat istimewa dan yang pertama setelah mengalami ahli bentuk dari STAI- YAPTIP menjadi Institut Agama Islam YAPTIP Chadijah Ismail Pasaman Barat
Ini adalah sejarah perjalanan yang harus menjadi tonggak dalam memperkuat komitmen bersama dalam membangun Institut Agama Islam YAPTIP Chadijah Ismail Pasaman Barat menjadi perguruan tinggi islam yang unggul dan berentegritas,” katanya.
Ia berharap kepada wisudawan dan wisudawati agar jangan berhenti sampai disini teruslah bermimpi belajar, karena masa depan tidak ditentukan apa yang dimiliki hari ini, teruslah bangun kemampuan.
“Dengan memperluas jaringan menciptakan kesempatan melalui kerja keras dan kreativitas yang berilmu, berakhlak, mandiri dan bermanfaat bagi masyarakat,” pesan Rektor.
Sementara itu, Bupati Pasaman Barat H. Yulianto menyampaikan, atas nama Pemerintah Daerah Pasaman Barat mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Gelar sarjana yang diraih hari ini bukanlah akhir. Melainkan langkah awal dari perjalanan baru, pengabdian nyata kepada masyarakat, serta gerbang untuk menerapkan ilmu secara lebih luas.
Hal senada juga disampaikan Jasman. Ia berharap kepada para sarjana baru, agar ilmu yang diraih dapat dimanfaatkan di tengah masyarakat dan teruslah belajar untuk mengembangkan diri. (bud)







