Tanah Datar, metrotalenta.online—-Semangat gotong royong mewarnai halaman Masjid Nurul Falah di Jorong Baruah Bukik, Nagari Andaleh, Senin (16/2/2026). Sejak pagi, ratusan warga telah berkumpul, membawa peralatan kerja dan tekad yang sama untuk menuntaskan penataan halaman serta lahan parkir masjid menjelang Ramadan 1447 Hijriah.
Di tengah aktivitas warga, kehadiran Bupati Tanah Datar Eka Putra menjadi perhatian. Namun, bukan sekadar kehadiran yang mencuri makna, melainkan komitmen pemerintah daerah yang diwujudkan melalui dukungan anggaran bagi pembangunan rumah ibadah tersebut.
Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, melalui kebijakan daerah, telah mengalokasikan bantuan sebesar Rp300 juta untuk Masjid Nurul Falah. Bantuan itu dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan dan penataan fasilitas masjid, terutama halaman dan lahan parkir yang kini dikerjakan bersama masyarakat.
Bagi warga, dukungan pemerintah daerah tersebut bukan hanya soal angka. Ia menjadi energi yang mempercepat pembangunan, sekaligus penegas bahwa perhatian terhadap sarana ibadah tetap menjadi prioritas.
“Hari ini kita melihat bagaimana sinergi itu berjalan. Pemerintah daerah hadir bersama masyarakat hadir bersama melalui gotong royong. Inilah kekuatan Tanah Datar,” ujar Eka Putra.
Menurutnya, pembangunan fasilitas masjid tidak dapat sepenuhnya bergantung pada pemerintah. Partisipasi masyarakat tetap menjadi unsur utama. Namun, kehadiran pemerintah daerah melalui dukungan dana menjadi pendorong penting agar pembangunan berjalan lebih optimal.
Gotong royong yang diikuti sekitar seribu warga itu pun menjadi cerminan kuatnya kolaborasi. Warga tampak antusias, bekerja tanpa sekat, didorong semangat kebersamaan dan tujuan bersama yakni menciptakan kenyamanan bagi jamaah, terutama selama Ramadan hingga Idul Fitri.
Eka Putra menegaskan, bantuan pemerintah daerah merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan dalam mendukung pembangunan keagamaan di Tanah Datar. Dikatakannya, pemerintah tidak hanya hadir melalui kebijakan, tetapi juga melalui dukungan nyata yang langsung dirasakan masyarakat.
Di halaman Masjid Nurul Falah, pembangunan fisik berjalan seiring dengan tumbuhnya rasa kebersamaan. Bantuan pemerintah daerah menjadi fondasi, sementara gotong royong masyarakat menjadi penggerak. Keduanya berpadu, menghadirkan potret harmoni yang kian jarang ditemui di banyak tempat.
Menjelang siang, pekerjaan terus berlangsung. Keringat, canda, dan semangat saling berpadu. Di sana, pembangunan bukan semata tentang fasilitas, melainkan tentang kebersamaan dan kehadiran pemerintah dalam denyut kehidupan warganya. (hp).







