spot_img
spot_img
BerandaDAERAHKAB.PASAMANDari Sebuah Meja Makan di Pasaman, Lahir Sebuah Ikhtiar Besar: Yunzar Lubis...

Dari Sebuah Meja Makan di Pasaman, Lahir Sebuah Ikhtiar Besar: Yunzar Lubis dan Harapan Baru Dunia Pers Daerah

Pasaman ,Metrotalenta.online.-Tidak semua sejarah lahir di ruang-ruang megah. Ada yang tumbuh dari percakapan sederhana, dari secangkir kopi yang mulai mendingin, dari tawa yang perlahan berubah menjadi kesepakatan, dan dari orang-orang yang memiliki kegelisahan yang sama terhadap masa depan profesinya.

Begitulah suasana yang tercipta di Dapur Mami, Pasaman, Selasa (14/7/2026). Siang itu, puluhan wartawan dari berbagai media berkumpul bukan untuk meliput sebuah peristiwa, melainkan menjadi bagian dari sejarah yang mereka tulis sendiri.

Dari pertemuan sederhana itulah lahir Pers Bersatu Pasaman (PBP), sebuah organisasi yang membawa harapan baru bagi insan pers di Kabupaten Pasaman.

Di tengah forum yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, satu nama muncul sebagai sosok yang dipercaya memimpin perjalanan organisasi tersebut: Yunzar Lubis.

Bagi kalangan wartawan di Pasaman, nama itu bukanlah sosok yang asing. Bertahun-tahun mengabdikan diri di dunia jurnalistik, Yunzar dikenal sebagai jurnalis senior yang melewati berbagai dinamika perubahan media, dari era pers cetak hingga transformasi digital.

Ia juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan, menjadikannya dekat dengan banyak kalangan.

Kepercayaan yang diberikan kepadanya melalui musyawarah dan aklamasi bukan sekadar memilih seorang ketua. Itu adalah bentuk penghormatan terhadap pengalaman, dedikasi, dan konsistensi yang telah ia tunjukkan selama bertahun-tahun dalam menjaga marwah profesi wartawan.

Di hadapan rekan-rekannya, Yunzar tidak berbicara tentang jabatan ataupun kekuasaan organisasi. Ia justru mengajak seluruh insan pers untuk kembali kepada nilai-nilai dasar jurnalistik persaudaraan, integritas, dan pengabdian kepada kepentingan publik.

“Mari kita jadikan Pers Bersatu Pasaman sebagai rumah bersama. Rumah yang tidak membedakan media, tidak memisahkan latar belakang, tetapi menyatukan langkah untuk menjaga etika jurnalistik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Ucapan itu seolah menjadi jawaban atas kegelisahan banyak wartawan daerah yang selama ini kerap menghadapi tantangan, mulai dari perubahan industri media, tekanan ekonomi, hingga tuntutan profesionalisme di tengah derasnya arus informasi digital.

Lahirnya Pers Bersatu Pasaman bukan sekadar pembentukan organisasi baru. Ia merupakan simbol bahwa solidaritas masih memiliki tempat di tengah kompetisi yang semakin ketat. Bahwa wartawan tidak hanya dipersatukan oleh profesinya, tetapi juga oleh tanggung jawab moral untuk menghadirkan informasi yang benar, berimbang, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

PBP juga membawa visi yang lebih luas. Organisasi ini diharapkan menjadi ruang pembelajaran, peningkatan kompetensi, perlindungan profesi, penguatan kesejahteraan anggota, serta jembatan kemitraan yang sehat dengan pemerintah, lembaga negara, dunia usaha, dan masyarakat sipil tanpa mengorbankan independensi pers.

Dalam sejarah pers Indonesia, perubahan besar sering kali dimulai dari langkah-langkah kecil. Dari ruang diskusi sederhana, dari orang-orang yang memiliki kepedulian yang sama, dan dari keberanian untuk memulai.
Pasaman kini telah mengambil langkah itu.

Di pundak Yunzar Lubis dan jajaran pengurus perdana, tersimpan harapan agar Pers Bersatu Pasaman tidak berhenti sebagai organisasi administratif, tetapi tumbuh menjadi gerakan moral yang menguatkan profesionalisme wartawan, menjaga kehormatan profesi, serta memperkokoh pers sebagai salah satu pilar demokrasi.

Karena pada akhirnya, pers bukan hanya tentang siapa yang paling cepat menyampaikan berita. Pers adalah tentang keberanian menjaga kebenaran, keteguhan memegang integritas, dan kesediaan mengabdi kepada kepentingan publik.

Dan dari sebuah meja makan di sudut Kabupaten Pasaman, sebuah ikhtiar itu kini telah dimulai.

(jt)

Must Read
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini