Dalam rangka menyambut Hari Koperasi Nasional 12 Jul 2022, MEMBANGUN KOPERASI KONSUMEN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN POKOK HARIAN DI PERUMNAS INDARUNG

oleh -129 Dilihat

Oleh : Ir. ABDUL AZIZ, MM
Pengamat Ekonomi dan Teknologi

Koperasi yang pada awalnya didirikan untuk kepentingan bersama, pada akhirnya harus bubar karena sengkarut masalah pengelolaan. Tingginya jumlah anggota yang tidak membayar tunggakan hutangnya, tidak transparannya laporan keuangan pengurus menjadi hal utama kehancuran koperasi.

Membentuk koperasi yang profesional harus didukung oleh SDM yang profesional pula. Orang-orang profesional sudah pasti akan berkarya ditempat-tempat dan perusahaan yang profesional juga dengan imbalan pendapatan yang pantas. Maka amat mustahil untuk membentuk koperasi yang profesional jika pola pengelolaan koperasi tidak berubah. Koperasi memiliki potensi untuk berkembang menjadi usaha profesional namun tetap dengan motonya “untuk kepentingan dan kesejahteraan anggota”, jika pengelolaannya dilaksanakan seperti pengelolaan perusahaan. Koperasi harus memiliki SOP, system control dan audit yang ketat serta sanksi yang tegas bagi pelanggar ketentuan koperasi.

Disaat kondisi ekonomi yang masih terpuruk seperti saat ini, koperasi memiliki peluang untuk menunjukan jati dirinya sebagai usaha kerakyatan. Sulitnya mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang pantas sebagai dampak dari ulah sebagian besar pedangang yang ingin meraup keuntungan besar, menjadi titik nol kebangkitan koperasi rakyat.

Perumnas Indarung yang mayoritas dihuni oleh Pensiunan Keluarga Besar Karyawan PT Semen Padang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai Koperasi Konsumen. Sebagian besar warga Perumnas Indarung masih berbelanja di Pasar Bandar Buat untuk membeli kebutuhan pokok hariannya. Tidak tersedianya Kedai-kedai P&D di Perumnas Indarung, mengharuskan warganya untuk bebelanja kebutuhan harian ke Pasar Bandar Buat yang berjarak 4 km dari Perumnas itu.

Perumnas Indarung terletak di Kelurahan Indarung yang terdiri atas 7 RW memiliki jumlah penduduk sekitar 1.500 jiwa. Potensi sebesar ini merupakan aset untuk pembentukan Koperasi Komsumen RT/RW untuk kesejahteraan warganya. Tingginya kebutuhan pokok harian seperti ; minyak makan, gula pasir, beras, kelapa, mie instant, berbagai jenis sabun dan kebutuhan kamar mandi dan cuci bisa dijadikan bisnis pokok Koperasi Konsumen RT/RW.

Apa yang harus dilakukan :

0. Bentuk Badan Usaha Koperasi Konsumen RT/RW dengan Pengurus Pensiunan Karyawan PT Semen Padang ; jelas para pensiunan memiliki kemampuan manajerial yang lebih baik
0. Ajukan pembinaan manajemen koperasi berbasis teknologi melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kodya Padang ; agar pengelolaan koperasi bisa lebih moderen dan transparan
0. Ajukan pembangunan tempat usaha dan stockist area merangkap kantor melalui dana CSR PT Semen Padang ; mengingat cikal bakal koperasi ada di ring satu perusahaan yang sangat pantas untuk penyaluran dana CSR
0. Gunakan sebagian dana yang ada di Dana Pensiun Karyawan Semen Padang sebagai modal kerja untuk dikembangkan ; mengingat ada aturan penggunaan Dana Pensiun untuk dikembangkan
0. Bangun kemitraan dengan para supplier pemasok kebutuhan pokok harian ; kesiapan cikal bakal koperasi yang sudah siap secara manajerial dan keuangan akan menjadi daya tarik bagi para supplier.

Konsep Koperasi Konsumen harus disiapkan secara matang lebih awal oleh perwakilan dari masing-masing RW yang dianggap memiliki kemampuan manajerial yang baik. Pengurusan Akta Pendirian Koperasi dapat minta penyuluhan dan kemudahan dari Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kodya Padang.

Agar penyebab kehancuran seperti diatas tidak merasuk dan tumbuh di koperasi yang baru dibentuk maka semua informasi tentang kegiatan koperasi harus dibuat transparan dengan penerapan teknologi informasi berbasis desentralisasi. Desentralisasi Manajemen dimaksudkan agar semua kebijakan koperasi hanya dibuat untuk kepentingan koperasi semata karena semua informasi akan di-sharing ke semua pengurus dan anggota.

Teknologi informasi yang dapat digunakan dalam menunjang aktifitas manajemen koperasi meliputi sistem informasi manajemen data keuangan koperasi berbasis website maupun mobile. Manajemen data keuangan dengan sistem informasi dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam menyusun laporan keuangan. Sistem informasi dapat dirancang berdasarkan dasar-dasar pengelolaan data keuangan koperasi sesuai aturan yang berlaku. Sehingga sistem informasi dapat mengolah data masukan yang berasal dari operasional koperasi menjadi informasi keuangan koperasi secara langsung. Kesehatan sebuah organisasi koperasi sangat didukung oleh penyediaan laporan keuangan yang tepat dan transparan, dibawah pengawasan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Mengah, dan Perdagangan Kota Padang.

Aplikasi dibangun berbasis web dengan beberapa modul meliputi halaman dashboard, modul stock barang, modul tabungan, modul input jurnal, dan modul laporan-laporan dll. Halaman dashboard menampilkan ringkasan informasi kondisi koperasi yang dapat di akses oleh semua anggota.

Strategi Penerapan Aplikasi :

Penerapan aplikasi manajemen koperasi membutuhkan sinergitas beberapa pihak antara lain pelaku pengelola koperasi, tim pengabdian dan dukungan dari pemerintah kota. Oleh karena itu, implementasi aplikasi manajemen Koperasi menggunakan model strategi kolaborasi. Pada model ini, masing-masing pihak melaksanakan fungsi dan tugasnya sesuai SOP yang sudah disiapkan.

Melalui model kolaborasi, Pemerintah Daerah melalui Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM serta PT Semen Padang diharapkan fungsi pembinaan akan berlangsung secara terus menerus untuk menjadikan koperasi ber predikat sehat. Tim pengabdi dari Universitas Andalas dapat dilibatkan untuk membantu koperasi dengan menciotkan aplikasi manajemen koperasi beserta program pelatihan dan pendampingannya. Selanjutnya, koperasi diharapkan dapat memiliki komitmen untuk menerapkan aplikasi, dan memberikan masukan-masukan terkait dengan pengembangan aplikasi kedepan.

Diharapkan artikel ini dapat memancing minat RT/RW dan masyarakat Perumnas Indarung, Pihak Manajemen PT Semen Padang dan Univesitas Andalas untuk berkolabirasi dalam membangun Koperasi Konsumen Berbasis Teknologi sebagai embrio Kebangkitan Koperasi di Sumatera Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.