Pulang pisau,Metrotalenta.online—-Bupati H. Ahmad Rifa’i menegaskan komitmen dalam mengantisipasi dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan memperpanjang status siaga darurat.rapat siaga darurat bertempat di Aula banama Tingang,kabupaten pulang pisau kalimantan tengah,21/08/2026)
Hal tersebut disampaikan Bupati Ahmad Rifa’i dalam rapat koordinasi perpanjangan status siaga darurat yang digelar pada 21 jumat 2026
Dalam rapat tersebut ditetapkan status siaga darurat diperpanjang mulai 23 Agustus 2026 hingga 31 Oktober 2026.
Rapat koordinasi tersebut melibatkan seluruh unsur terkait, mulai dari Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau, TNI, Polri, Manggala Agni, hingga para investor yang beroperasi di wilayah Kabupaten Pulang Pisau.
Bupati Ahmad Rifa’i meminta seluruh pihak tidak bekerja sendiri-sendiri dalam menghadapi potensi karhutla.
Setiap unsur diminta menjaga wilayah masing-masing dan bergerak cepat apabila ditemukan titik api.
“Artinya apa pun yang terjadi di daerah, masing-masing harus cepat ditanggulangi, sama-sama dipadamkan.Jangan sampai muncul lagi kebakaran-kebakaran,” tegas Ahmad Rifa’i.
Menurutnya, pencegahan harus dilakukan sejak dini. Jangan sampai kebakaran yang awalnya kecil kemudian terlambat ditangani dan akhirnya meluas sehingga menimbulkan dampak bagi masyarakat.
“Jangan sampai keterlanjuran seperti di wilayah Jemberin Raya ,”Ujarnya.
Selain persoalan pemadaman dan pencegahan karhutla, Bupati Ahmad Rifa’i juga memberikan perhatian terhadap dampak asap terhadap masyarakat. Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah pendidikan.
Ia meminta Dinas Pendidikan melihat kondisi sekolah di wilayah yang terdampak asap tebal. Apabila kondisi udara tidak memungkinkan, maka perlu dilakukan penyesuaian terhadap proses maupun jam belajar demi menjaga kesehatan peserta didik.
“Dilihat juga di setiap wilayah yang memang terdampak asapnya tebal, jam belajarnya seperti apa,” kata Ahmad Rifa’i.
Bupati juga meminta Dinas Kesehatan mengambil langkah perlindungan terhadap masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia (lansia).
Pemberian masker menjadi salah satu langkah yang perlu dilakukan apabila kondisi asap mulai mengganggu kualitas udara dan kesehatan masyarakat.
“Dinas kesehatan juga bagaimana mereka menjaga, dikasih masker untuk anak-anak didik kita dan masyarakat sekitar kita, terutama anak didik dan lansia,” jelasnya.
Ahmad Rifa’i menegaskan bahwa penanganan karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, pemerintah daerah mengajak TNI, Polri, Manggala Agni, perusahaan atau investor, serta seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
Dengan diperpanjangnya status siaga darurat tersebut, diharapkan seluruh pihak semakin siap melakukan pencegahan dan penanganan secara cepat apabila terjadi kebakaran.
Bupati berharap sinergi seluruh pihak dapat mencegah munculnya titik-titik api baru sehingga karhutla tidak berkembang menjadi bencana yang lebih besar dan masyarakat Pulang Pisau tetap dapat beraktivitas dengan aman.”Tutupnya
Pewarta:Saprudin







