Pulang Pisau,Metrotalenta.online—-melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan,Perlindungan Anak,Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) terus mengoptimalkan berbagai program percepatan penurunan stunting.Upaya tersebut membuahkan hasil positif dengan menurunnya angka prevalensi stunting menjadi 16,08 persen pada tahun 2025,berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM).Saat di wancara awak medi.di kabupatem pulang pisau,kalimantan tengah,10/06/2026)
Kepala DP3AP2KB Kabupaten Pulang Pisau, Pande Putu Gina, mengatakan bahwa penanganan stunting menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah melalui sinergi lintas sektor dan keterlibatan berbagai pihak.
Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Kabupaten Pulang Pisau pada tahun 2022 tercatat sebesar 31,6 persen. Angka tersebut menurun menjadi 24 persen pada tahun 2023, namun kembali meningkat menjadi 27,9 persen pada tahun 2024.
“Meski sempat mengalami kenaikan pada tahun 2024, seluruh pihak tidak berhenti melakukan berbagai upaya percepatan penanganan stunting. Alhamdulillah, pada tahun 2025 berdasarkan data EPPGBM, angka stunting berhasil ditekan menjadi 16,08 persen,”Ujarnya Pande Putu Gina.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja sama yang baik antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader posyandu, Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), pemerintah desa, serta dukungan masyarakat dalam menjalankan berbagai program intervensi.
Berbagai langkah yang dilakukan antara lain peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak, pemantauan tumbuh kembang balita, pemberian makanan tambahan, edukasi pola asuh dan gizi keluarga, serta peningkatan akses sanitasi dan air bersih.
Pande Putu Gina menegaskan bahwa penurunan angka stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan.
“Kami akan terus memperkuat kolaborasi lintas sektor agar angka stunting di Kabupaten Pulang Pisau dapat terus ditekan. Tujuannya adalah menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas sebagai modal pembangunan daerah di masa depan,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau berharap capaian tersebut dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan melalui berbagai program yang berkelanjutan, sehingga target penurunan stunting serta terwujudnya generasi emas Indonesia 2045 dapat tercapai.”Tutupnya
Pewarta:Saprudin







