spot_img
spot_img
BerandaDAERAHFitri Ramayani Rasakan Sakitnya di dalam garis Kemiskinan, dan Terganjal Administrasi, Hanya...

Fitri Ramayani Rasakan Sakitnya di dalam garis Kemiskinan, dan Terganjal Administrasi, Hanya Pers yang Bisa Bersuara

​Sekayu,Metrotalenta.online– Fitri Ramayani seorang ibu muda di Kelurahan Balai Agung, Kecamatan Sekayu, terpaksa menyusuri jalanan sebagai pemulung demi menyambung hidup anak semata wayangnya. Kisah Fitri menjadi potret nyata kemiskinan struktural yang luput dari jangkauan negara akibat sekat administrasi, sekaligus menegaskan urgensi peran pers dalam mengawal isu rakyat kecil.

​Ditinggal suami tanpa nafkah, Fitri kini bergantung pada barang bekas yang ia kumpulkan di sepanjang Jalan Kolonel Wahid Udin. Bersama ibunya, Eti, ia mengais plastik dan kardus dengan peralatan seadanya.

​”Ini satu-satunya jalan. Sejak ditinggal suami, saya harus berjuang sendiri demi anak,” ungkap Fitri, Jumat (13/2). Saat ini, harapan terbesarnya hanyalah sebuah gerobak sampah untuk meningkatkan mobilitas kerjanya.


​Ironisnya, meski hidup di bawah garis kemiskinan, Fitri sulit mengakses bantuan sosial berkelanjutan. Status kependudukannya yang masih menumpang pada Kartu Keluarga (KK) orang tua membuatnya tidak terdata sebagai kepala keluarga perempuan mandiri.

Kendala birokrasi ini menjadi tembok tebal yang membuat bantuan pemerintah kerap salah sasaran atau justru tidak sampai sama sekali.

​Fenomena yang dialami Fitri ini memvalidasi kekhawatiran Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat. Dalam pernyataannya di Jakarta, Komaruddin mendesak media massa untuk lebih gencar menyuarakan nasib warga seperti Fitri guna melawan tren buruk “No Viral, No Justice.”

​”Jangan sampai negara hanya hadir saat sebuah isu mendapat sorotan masif. Pers memiliki mandat etik untuk mengawal kemiskinan struktural agar tetap menjadi prioritas agenda nasional,” tegas Komaruddin.

​Kisah Fitri adalah pengingat bahwa di balik megahnya angka statistik pembangunan, masih ada suara-suara lirih yang tenggelam dalam tumpukan berkas administrasi, menunggu keberanian pers untuk menyuarakannya. (Edi dan Jodi)

Must Read
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini