spot_img
spot_img
BerandaPulang PisauMasyarakat Keluhkan Rehab Saluran Sekunder Di Desa Talio Muara Blok A Yang...

Masyarakat Keluhkan Rehab Saluran Sekunder Di Desa Talio Muara Blok A Yang Amburadul,Selaku Dinas PUPR Pulpis Ataupun Kabid Irigasi SDA Harus Ketat Pengawasi Proyek Tersebut

Pulang pisau,Metrotalenta.online—-Kegiatan rehabilitasi saluran sekunder di Desa Talio Muara Blok A, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau,kalimantan tengah diduga dikerjakan asal-asalan dan tidak sesuai spesifikasi teknis. Ironisnya, pejabat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) setempat justru mengaku tidak mengetahui siapa yang punya proyek tersebut.

Peristiwa ini mencuat setelah salah satu wartawan Metro Talenta mencoba mengonfirmasi langsung kepada Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Pulang Pisau, Agus, melalui sambungan telepon pada Rabu (22/10/2025). Namun, yang bersangkutan awalnya terkesan enggan memberikan keterangan dan justru mengatakan tidak tahu-menahu soal yang punya proyek itu.

“Saya tidak tahu itu proyek milik siapa. Nanti akan kami tindak lanjuti kalau memang ada yang perlu diperbaiki di lapangan,” ujar Agus.

Lebih lanjut Agus menambahkan, pihaknya akan segera melakukan pengecekan ke lokasi dan memastikan bagian saluran yang mengalami kerusakan atau lunsur akan segera diperbaiki kembali.

“Kalau memang ada bagian yang lunsur, nanti akan kita perbaiki lagi. Alat akan segera kembali ke sana untuk memperbaikinya. Tambah juga Masa pemeliharaan proyek ini empat bulan,” terang Agus kepada media.

“Masalah ini sudah kami konfirmasi ke Bupati selaku kepala daerah kabupaten pulang pisau lewat WhatsApp, dan beliau membalas agar kalian segera kejar Dinas PUPR-nya untuk menindaklanjuti,” tambahnya.

Sementara itu, berdasarkan hasil pantauan tim media dan keterangan warga setempat, pekerjaan rehab saluran sekunder dengan kode kegiatan 19–23 tersebut diduga bersumber dari APBD Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2025 dengan nilai sekitar Rp912.750.000 (sembilan ratus dua belas juta tujuh ratus lima puluh ribu

Namun, hasil pekerjaan di lapangan dinilai jauh dari standar. Struktur saluran tampak tidak rapi, bahkan sebagian titik terlihat seperti dikerjakan tanpa perencanaan teknis yang matang. Masyarakat menilai proyek ini hanya dikerjakan asal jadi tanpa memperhatikan manfaat jangka panjang.

Selain itu, operator alat berat yang bekerja di lapangan diduga tidak memiliki keahlian di bidang pekerjaan irigasi. “Yang kerja kayaknya bukan orang yang paham rehab saluran. Jadi hasilnya semrawut,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Kondisi tersebut dinilai tidak sejalan dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Pulang Pisau yang menekankan peningkatan pelayanan publik di semua sektor, termasuk transparansi pelaksanaan proyek daerah.

“Mustahil seorang kabid tidak tahu pekerjaan di bidangnya sendiri. Ini harus jadi perhatian Bupati agar pejabat seperti itu dibina,” kata salah satu awak media yang turut melakukan peliputan.

Selain itu, ditemukan pula kejanggalan pada administrasi proyek. Papan nama proyek baru terpasang setelah beberapa hari kami turun kelapangan.padahal pekerjaan di lapangan sudah hampir rampung.

Minimnya informasi dan kurangnya keterbukaan dari pihak dinas membuat tugas jurnalis di lapangan semakin sulit untuk menggali data dan memastikan kejelasan proyek tersebut.

Masyarakat berharap Bupati dan Wakil Bupati Pulang Pisau dapat memberikan teguran serta pembinaan terhadap pejabat publik yang lalai dalam memberikan informasi kepada publik, demi mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan, dan bertanggung jawab sesuai Visi Misi pulang pisau maju dan jaya.”Tutupnya

Pewarta:Tim

Must Read
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini