Pulang pisau,Metrotalenta.online—-Bupati H.Ahmad Rifa’i hadiri Ritual Tiwah masal di desa pangi, Kecamatan Banama Tingang, Kabupaten Pulang Pisau,kalimantan tengah,14/09/2025)
Dengan adanya tiwah masal tampak semarak dan penuh khidmat. Ratusan warga bersama tokoh adat, tokoh agama, dan pejabat daerah berkumpul mengikuti Upacara Ritual Tiwah Massal, sebuah tradisi sakral masyarakat Dayak Kaharingan yang sarat makna religius dan budaya.
Bupati Pulang Pisau, H. Ahmad Rifa’i,hadir langsung membuka kegiatan dan menyampaikan sambutan yang penuh pesan kebersamaan serta pelestarian budaya. Didampingi Wakil Bupati, jajaran Forkopimda, anggota DPRD, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIII, Ketua Majelis Besar Agama Hindu Kaharingan, serta tokoh masyarakat, Bupati menegaskan pentingnya menjaga ritual Tiwah sebagai warisan leluhur yang tidak boleh hilang ditelan zaman.
“Upacara Tiwah Massal ini adalah identitas dan jati diri masyarakat Dayak Kaharingan, bentuk penghormatan kepada leluhur dan arwah, sekaligus cerminan kekayaan budaya yang tidak ternilai. Tradisi ini bukan hanya ritual keagamaan, melainkan juga aset kebudayaan yang harus dijaga dan diwariskan,”ujarnya Bupati Ahmad Rifa’i dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa derasnya arus globalisasi dan kemajuan teknologi seringkali membuat masyarakat meninggalkan tradisi yang dianggap kuno. Padahal, menurutnya, ritual Tiwah justru bisa menjadi daya tarik wisata budaya yang unik bagi Pulang Pisau.”ucapnya
“Jika kita mampu menjaga dan mengemasnya dengan baik, Tiwah dapat menjadi magnet wisatawan, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Karena di dalamnya terkandung nilai religius, nilai gotong royong, serta kearifan lokal yang khas,” jelasnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan ritual Tiwah bukan hanya tentang spiritualitas, tetapi juga sarana mempererat persaudaraan dan kebersamaan masyarakat. Hal ini terlihat dari partisipasi banyak pihak dalam mendukung terselenggaranya acara di Desa Pangi.
Dalam sambutannya, Bupati Ahmad Rifa’i juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga identitas budaya Dayak Kaharingan sebagai bagian dari kekayaan bangsa Indonesia. Ia berharap, upacara Tiwah Massal dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahun sebagai bentuk nyata pelestarian budaya daerah.
“Semoga melalui ritual Tiwah ini kita selalu diberikan kekuatan, kebijaksanaan, serta keberkahan dalam membangun Pulang Pisau yang lebih baik,” ungkapnya.
“Memetik buah di tepi Kahayan,
Buat dimakan dengan mina mama.
Ritual Tiwah milik Hindu Kaharingan,
Memperkuat iman untuk Pulang Pisau jaya.”
Pantun tersebut disambut tepuk tangan hangat hadirin, menambah semarak sekaligus mempertegas pesan bahwa ritual Tiwah adalah milik bersama, warisan yang harus
Acara Tiwah Massal ini berlangsung khidmat dengan berbagai prosesi adat yang dijalankan sesuai tradisi Kaharingan. Pemerintah daerah bersama tokoh adat dan agama bergandengan tangan untuk menyukseskan jalannya ritual. Dukungan masyarakat juga terlihat nyata, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau, Bupati mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, baik jajaran pemerintah, tokoh masyarakat, aparat keamanan, maupun warga Desa Pangi yang dengan penuh semangat menyambut kegiatan besar ini,”tutupnya
Pewarta:Saprudin







