spot_img
spot_img
BerandaDAERAHTANAHDATARTiga Kali Berganti Kepala Sekolah, Revitalisasi SDN 04 Tanjung Tuntas

Tiga Kali Berganti Kepala Sekolah, Revitalisasi SDN 04 Tanjung Tuntas

Tanah Datar, metrotalenta.online—-Kerja sama menjadi kunci penyelesaian program revitalisasi UPT SDN 04 Tanjung, Kecamatan Sungayang, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Meski prosesnya berlangsung di bawah kepemimpinan tiga kepala sekolah berbeda, pembangunan fasilitas pendidikan tersebut akhirnya rampung pada awal September 2026.

Bupati Tanah Datar Eka Putra mengapresiasi kekompakan kepala sekolah, guru, komite, dan seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan program tersebut. Menurut dia, pergantian kepemimpinan di sekolah tidak menjadi penghalang bagi keberlanjutan pembangunan.

“Walaupun kepala sekolah berganti, pembangunan tetap berjalan sampai selesai. Alhamdulillah, berkat kerja sama pihak sekolah dengan komite dan berbagai pihak, program ini dapat diselesaikan dengan baik,” kata Eka saat menghadiri Open House Revitalisasi Sekolah Dasar Tahun Anggaran 2026 di SDN 04 Tanjung, Kamis (15/10/2026).

Eka mengatakan, Kabupaten Tanah Datar memperoleh bantuan revitalisasi untuk 129 sekolah. Program yang diinisiasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tersebut menjadi salah satu upaya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, baik pada jenjang sekolah dasar maupun sekolah menengah pertama.

Atas dukungan itu, Eka menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan Kemendikdasmen. Ia berharap bantuan pemerintah pusat terhadap sektor pendidikan di Tanah Datar terus berlanjut sehingga semakin banyak sekolah memiliki fasilitas belajar yang layak.

Eka juga mengingatkan kepala sekolah, guru, dan komite agar menjaga serta merawat fasilitas yang telah dibangun. Selain itu, sekolah diminta memperbarui data pokok pendidikan (Dapodik) dan mempersiapkan usulan kebutuhan sarana lainnya melalui program bantuan yang tersedia.

Menurut Eka, pembangunan fasilitas pendidikan tidak semata-mata menyangkut perbaikan fisik bangunan. Lingkungan sekolah yang aman dan nyaman juga diperlukan untuk mendukung proses belajar siswa sekaligus memberikan ketenangan kepada orang tua.

Di luar persoalan sarana, Eka menekankan pentingnya pengawasan terhadap anak di tengah perkembangan teknologi digital. Ia mengajak pemerintah nagari, kecamatan, Forkopimcam, sekolah, komite, dan orang tua memperkuat kerja sama untuk melindungi anak dari paparan konten yang tidak sesuai dengan usianya.

Ia juga mendorong keberlanjutan program tahfiz Al-Qur’an di sekolah sebagai bagian dari upaya membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, dan berkarakter kuat.

Sementara itu, Kepala UPT SDN 04 Tanjung Desi Asrianti menjelaskan, sekolahnya memperoleh anggaran revitalisasi sebesar Rp1.003.555.885. Dana tersebut digunakan untuk merehabilitasi enam ruang kelas dengan anggaran Rp677.363.977, memperbaiki ruang administrasi dan dua ruang kantor, serta membangun musala, toilet siswa di kedua gedung, rumah guru, dan fasilitas pendukung lainnya.

Menurut Desi, revitalisasi tersebut berawal dari kerusakan bangunan akibat hujan deras pada akhir November 2025. Saat itu, atap salah satu ruang kelas roboh dan bagian plafonnya ambruk pada malam hari. Beruntung, kejadian tersebut tidak berlangsung saat kegiatan belajar mengajar.

Setelah berkoordinasi dengan berbagai pihak dan melalui tahapan pengusulan bantuan, SDN 04 Tanjung akhirnya mendapatkan program revitalisasi. Proses itu dimulai ketika sekolah dipimpin Asmah, dilanjutkan oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Sekolah Mardalenis, hingga tahap penyelesaian di bawah kepemimpinan Desi.

“Dalam proses pembangunan ini, ada tiga kepala sekolah yang terlibat pada tahapan berbeda. Ada yang memperjuangkan dan memulai prosesnya, ada yang melanjutkan ketika pembangunan berlangsung, dan saya mendapat bagian pada tahap akhir,” ujar Desi.

Pekerjaan revitalisasi dimulai pada 5 Mei 2026 setelah melalui tahapan pengukuran, perencanaan, dan penyesuaian dengan petunjuk teknis. Seluruh pekerjaan diselesaikan pada awal September 2026, atau sekitar empat bulan sejak pembangunan dimulai.

Desi menambahkan, perbaikan fasilitas turut memudahkan aktivitas warga sekolah. Sebelum revitalisasi, guru yang bertugas di gedung bawah harus menggunakan toilet di gedung atas. Kini, fasilitas tersebut telah tersedia di kedua gedung sehingga lebih mudah dijangkau oleh guru maupun siswa.

Ia menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, komite sekolah, panitia pembangunan, dan seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan program tersebut. Menurut dia, revitalisasi memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar di lingkungan yang lebih aman dan nyaman.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Sumatera Barat yang diwakili Ketua Tim Kerja SMA BBPMP Sumatera Barat, Widyaprada Ahli Madya Iryasman, mengatakan bahwa program revitalisasi merupakan bagian dari upaya memenuhi Standar Nasional Pendidikan, terutama standar sarana dan prasarana.

Ia menjelaskan, program tersebut tidak hanya menyasar sekolah yang terdampak bencana, tetapi juga dilaksanakan melalui skema reguler agar peningkatan fasilitas pendidikan dapat dilakukan secara bertahap di berbagai satuan pendidikan.

Iryasman meminta pengawas dan kepala sekolah memperbarui data peserta didik serta kondisi sarana dan prasarana sebagai dasar pengusulan program revitalisasi pada tahun berikutnya. Pembangunan fasilitas, termasuk toilet dan akses bagi penyandang disabilitas, juga harus mengikuti standar yang telah ditetapkan. (hp)

Must Read
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini