Tanah Datar,metrotalenta.online– Komitmen Bupati Tanah Datar Eka Putra bersama Wakil Bupati Ahmad Fadly dalam mewujudkan Tanah Datar sebagai Kabupaten Tahfizh semakin menunjukkan hasil. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 591 rumah tahfizh telah berdiri di Tanah Datar, terdiri atas 355 rumah tahfizh di tengah masyarakat dan 236 rumah tahfizh di sekolah-sekolah.
Dengan mengusung program Satu Rumah Satu Hafizh, komitmen tersebut telah dimulai sejak periode pertama kepemimpinan Bupati Eka Putra pada 2021 dan dilanjutkan pada periode keduanya bersama Wakil Bupati Ahmad Fadly.
Hingga saat ini, lebih dari 21.000 santriwan dan santriwati di Tanah Datar tercatat sebagai penghafal Al-Qur’an. Jumlah tersebut mencapai sekitar 6 persen dari total penduduk Kabupaten Tanah Datar yang saat ini diperkirakan sebanyak 360.000 jiwa.
Jika program ini terus berlanjut secara konsisten, bukan tidak mungkin dalam 15 hingga 20 tahun ke depan Kabupaten Tanah Datar akan menjelma menjadi Kabupaten Tahfidz sesuai dengan cita-cita Bupati Eka Putra.
Program Satu Rumah Satu Hafizh yang digagas Bupati Eka Putra bukan sekadar slogan. Program ini berangkat dari cita-cita mulia untuk membentengi generasi muda dari pengaruh negatif perkembangan zaman, terutama di tengah pesatnya kemajuan teknologi informasi yang berpotensi memengaruhi mental dan perilaku generasi muda.
Tidak hanya itu, program ini juga diharapkan dapat membentengi generasi muda Tanah Datar dari berbagai persoalan sosial, seperti pergaulan bebas, penyalahgunaan narkotika, serta perilaku berisiko lainnya yang menjadi perhatian masyarakat.
Untuk mendukung keberhasilan program tersebut, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar juga menyediakan penghargaan bagi nagari yang berhasil melahirkan penghafal Al-Qur’an dalam jumlah terbanyak. Penghargaan juga diberikan kepada para penghafal Al-Qur’an yang memiliki hafalan terbanyak dan terbaik.
Melalui program Satu Rumah Satu Hafizh, diharapkan dalam 15 hingga 20 tahun mendatang akan lahir pemimpin-pemimpin di Tanah Datar yang merupakan penghafal Al-Qur’an. Mulai dari bupati, kepala dinas, anggota TNI dan Polri, dokter, guru, hingga berbagai profesi lainnya.
Bupati Tanah Datar Eka Putra mengatakan, keinginan menjadikan Tanah Datar sebagai Kabupaten Tahfizh berangkat dari mimpi dan cita-cita mulia untuk membentuk generasi muda yang dekat dengan Al-Qur’an. Ia berharap pada 2045 mendatang, Tanah Datar diisi oleh generasi penghafal Al-Qur’an.
“Awalnya program ini dilaksanakan oleh bupati sebelum saya, almarhum H. Irdinansyah Tarmizi, dengan nama Wakaf 1.000 Hafizh. Kami melanjutkannya dengan memperdalam program ini menjadi Satu Rumah Satu Hafizh, dengan tetap melaksanakan Wakaf 1.000 Hafizh setiap tahunnya. Hingga saat ini, kegiatan tersebut sudah memasuki pelaksanaan yang ke-11,” kata Eka Putra saat pelaksanaan Wakaf 1.000 Hafiz ke-11 di halaman Istano Basa Pagaruyung, Minggu (11/10/2026).
Bupati menambahkan, keberlangsungan program tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari DPRD, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, camat, wali nagari, pengelola rumah tahfiz, Lajnah Tahfizul Qur’an, ustaz dan ustazah, hingga orang tua dan keluarga para santri.
“Keberlangsungan program ini berkat dukungan semua pihak, mulai dari dukungan anggaran hingga kerja ikhlas dalam mendidik anak-anak menjadi penghafal Al-Qur’an. Karena itu, dalam kesempatan ini saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih. Mari terus menjaga koordinasi dan melanjutkan program ini ke depan,” tutupnya. (hp)







