Pasaman,metrotalenta.online—-Setelah enam hari dilakukan pencarian, korban hanyut akibat banjir bandang di Kecamatan Duo Koto, Kabupaten Pasaman, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Rabu (23/9/2026) pagi.
Korban diketahui bernama Amri Anton, warga Jorong Tonang Raya, Nagari Simpang Tonang, Kecamatan Duo Koto. Ia sebelumnya dilaporkan hanyut saat banjir bandang menerjang kawasan tersebut pada Jumat (18/9/2026).
Korban ditemukan sekitar pukul 09.30 WIB di aliran Sungai Gala-Gala, Kampung Parit, Jorong Tonang Raya, Nagari Simpang Tonang. Lokasi penemuan berada sekitar dua hingga tiga kilometer dari titik awal korban dilaporkan hanyut.
Penemuan tersebut mengakhiri operasi pencarian yang melibatkan unsur gabungan selama enam hari. Proses pencarian dilakukan dengan menyisir alur sungai serta memeriksa sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi korban tersangkut, termasuk tumpukan kayu dan material yang terbawa arus.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasaman, Mardianto, membenarkan korban telah ditemukan pada hari keenam pencarian.
“Pada Rabu, 23 September 2026 sekitar pukul 09.30 WIB, korban telah ditemukan setelah enam hari pencarian. Lokasi penemuan berada di aliran sungai kawasan Saba Tonga,” ujar Mardianto.
Dalam pencarian tersebut, tim gabungan terdiri dari personel Sat Samapta Polres Pasaman, Polsek Duo Koto, Basarnas, BPBD Kabupaten Pasaman, TNI, PMI, relawan serta masyarakat setempat. Pencarian dipimpin Kasat Samapta Polres Pasaman, IPTU Hermanto, S.H.
Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Simpang Tonang untuk menjalani pemeriksaan medis.
Selanjutnya, jenazah dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga dan menunggu proses pemulasaraan serta penyelenggaraan jenazah.
Sebelumnya, banjir bandang melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Duo Koto pada Jumat (18/9/2026), setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut selama sekitar empat jam, mulai pukul 14.00 hingga 18.00 WIB.
Luapan Sungai Aek Koronok dan Sungai Batang Jember menyebabkan puluhan rumah warga terendam. Berdasarkan pendataan BPBD Kabupaten Pasaman, sedikitnya 55 rumah terdampak banjir dan dua rumah mengalami kerusakan. Bencana tersebut juga berdampak terhadap sekitar lima hektare lahan pertanian masyarakat.
Selain kerusakan dan genangan, tiga kepala keluarga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat. Warga terdampak juga membutuhkan bantuan kebutuhan pokok serta penanganan terhadap aliran sungai guna mengurangi risiko banjir susulan.
Dengan ditemukannya Amri Anton, operasi pencarian terhadap korban hanyut dalam peristiwa banjir bandang di Kecamatan Duo Koto dinyatakan selesai. Selanjutnya, penanganan korban diserahkan kepada pihak keluarga dengan tetap berkoordinasi bersama unsur terkait. (jt).







