Pulang Pisau,Metrotalenta.online—-Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) dr. Pande Putu Gina, menjelaskan kepada awak media usai pembukaan Kegiatan Ekspose Awal Kajian Efektivitas Kebijakan Konvergensi Stunting dalam Menurunkan Prevalensi Stunting yang digelar di Ruang kerjanya Kabupaten Pulang Pisau.kalimatan tengah,25/06/2026)
Saat ditanya mengenai tujuan pelaksanaan kajian tersebut, dr. Pande Putu Gina mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah penting untuk mengevaluasi sejauh mana efektivitas kebijakan dan program percepatan penurunan stunting yang telah dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau selama beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, kajian tersebut akan menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar dalam penyusunan strategi yang lebih tepat sasaran guna mendukung upaya penurunan angka stunting di daerah.
“Melalui kajian ini kita ingin melihat sejauh mana kebijakan konvergensi stunting yang telah dilaksanakan mampu memberikan dampak terhadap penurunan prevalensi stunting.
Hasilnya nanti akan menjadi bahan rekomendasi bagi pemerintah daerah dalam menentukan langkah-langkah yang lebih efektif ke depan,”ujarnya kepada awak media.
dr. Pande Putu Gina menjelaskan,
Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), angka prevalensi stunting di Kabupaten Pulang Pisau pada Februari tercatat sebesar 16,70 persen. Angka tersebut menjadi indikator bahwa berbagai program yang dijalankan secara kolaboratif mulai menunjukkan hasil yang positif.
Namun demikian, hingga saat ini hasil survei terbaru tahun 2026 masih belum dirilis oleh pemerintah pusat. Karena itu, pemerintah daerah tetap fokus melaksanakan berbagai program intervensi baik yang bersifat spesifik maupun sensitif guna memastikan upaya penurunan stunting terus berjalan.
“Kami tetap berupaya maksimal melalui kerja sama seluruh perangkat daerah dan stakeholder terkait. Walaupun data survei tahun 2026 belum keluar, program penanganan stunting harus terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia berharap hasil kajian efektivitas kebijakan konvergensi stunting ini nantinya dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai keberhasilan program yang telah berjalan, sekaligus mengidentifikasi berbagai tantangan yang masih perlu mendapat perhatian.
Dengan adanya kajian tersebut, Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau diharapkan dapat menyusun kebijakan yang lebih terarah, tepat sasaran, dan berbasis data dalam rangka mempercepat penurunan prevalensi stunting serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.”Tutupnya
Pewarta:Saprudin







