Workshop wartawan berkolaborasi dengan statistik di buka secara resmi oleh kepala BPS sumatera barat herum Ir.Fajarwati.MM. pada hari Kamis,6 Oktober 2022 di hotel Santika premiere .
Dalam workshop Wartawan kali ini menghadirkan narasumber Andrian Tuswandi.SH. dari komisioner komisi informasi sumatera barat yang diwakili bagian sengketa informasi publik yang mengambil tema peran wartawan dalam penyebarluasan informasi statistik .
Badan Pusat Statistik ( BPS ) adalah lembaga trigger yang menguasai data terkait di Indonesia .kekinian data punya peran penting dalam menentukan kebijakan apa saja di negeri ini.
Jurnalistik merupakan sebuah kegiatan yang mencari , menggali , mengumpulkan ,mengolah , dan membuat serta menyebarkan lewat media pers .dengan mengandung unsur 5 W 1 H yaitu what , who , when , where , why dan how ( apa ,siapa ,kapan , dimana ,mengapa ,serta bagaimana ) dalam paparannya Adrian mengatakan bahwa BPS menjadi sebuah lembaga penting dikarenakan mengolah data primer tentang potret apa saja di negeri ini.apalagi ada semangat satu data di Indonesia ini ,membuat BPS sebagai lembaga like media .
Bagi jurnalistik kekinian adalah sebuah kesombongan profesi jika narasi berita yang dibuat tidak memperkuatnya dengan data. Dimana data kredibel itu didapat pastinya di BPS. Membedakan tulisan jurnalistik dengan informasi berseliweran di media sosial adalah kekuatan penyajian data tadi ,peristiwa ,fakta yang disajikan .
insan pers tanpa data karyanya jadi hambar , tapi dengan mengadopsi data dalam naskah atau membuat sidebar sendiri ( anak judul ) tentu akan memperkuat dan memperindah karya jurnalistik dan memuaskan rasa ingin tahu. Apalagi di era kekinian dunia di ujung jari anda dan tentu sangat memudahkan sekali mendapatkan data yang di produksi BPS , namun kepada pengunduh data yang bisa dikonsumsi pers , terus terang data angka yang di sajikan BPS tidak semua jurnalis paham ,kalau jurnalis tidak paham bagaimana pula pembaca dengan lintas background bisa menahannya .
BPS harus bisa melaborasi skillnya yang bisa menyajikan data konsumsi media dan mudah di pahami pembaca. Pembeda informasi disajikan pers atau jurnalistik dengan informasi nitizen tentunya menyajikan berita dengan kekuatan data yang bersumber dari lembaga kredibel dan jurnalistik dengan kekuatan narasinya .
Kolaborasi statistik dengan jurnalistik ini akan menjadi pembunuh jitu informasi hoaks yang disajikan banyak nitizen di platform media sosialnya , meski saat ini kekuatan nitizen itu luar biasa ,berkaca dari peristiwa terjadi belakangan di negeri tercinta ini.
Ibarat kata pepatah statistik dan jurnalistik di era kekinian bak aur dan tabing ,dia saling memperkuat satu sama lain . (Sony )







