Pulang pisau,metrotalenta.online–Pj,bupati Hj,Nunu Andriani.menyampaikan hasil kunjungan di daerah solo kaji banding.kepada awak media saat selesai pelepasan kontingen,bertempat di Aula Banama Tingang,kabupaten pulang pisau.kalimantan tengah,17/05/2024)
Pj,bupati pulang pisau Hj,Nunu Andriani.menyampaikan hasil kaji banding di daerah solo 3 desa artinya kita itu sebenarnya kepala desa kita kita itu orang yang hebat hebat,semua desa itu pasti mempunyai inovasi-inovasi masing-masing,oleh kerena itu kita mengkaji apa yang menjadi kelebihan mereka kita bandingkan ternyata kalau kita ada kurang maka kita adoksikan kita adaptasi kan dengan desa yang ada di daerah kita,”ujar Nunu Andriani.kepada awak media,
“Jadi pada intinya kita mengali potensi bagaiman kita mengali potensi desa kemudian komitmen dari kepala desa itu sendiri tim penggerak PKK nya bersama dengan masyarakat itu menjalankan apa yang menjadi tugas dan fungsinya,serta menjalankan memecahkan pemasakahan-permasalahan secara nasional. terkait dengan Stunting inflasi kemiskan exstrim dengan manfaatkan potensi desanya,”ujarnya
Kemarin kita ke 3 desa itu yang pertama adalah desa atau kelurahan Sidoluhur di Jogja Istimewa Yogyakarta itu mereka dalam hal penagan Stunting jadi mereka melibatkan semua elemen masyarakat dan juga disana melibatkan langsung babinsa dan babinkantipmas nya, sehingga bersinerji dengan pemerintah desa untuk menjalankan atau menuntaskan semua persoalan-persoalan yang ada di desa tersebut,”ujar Hj,Nunu Andriani
‘Kemudian kita kedesa panggungharjo yang mana desa tersebut dalam hal pengelolaan sampah kita ketahui di daerah istimewa Yogyakarta jawa tengah itu untuk TPA nya sudah tidak di aktefkan lagi sehingga mereka bagaimana ni mengelola sampah kerena sampah ini setiap hari pasti ada, ternyata itu semua dari kometmen bersama oleh semua pihak yang mana seperti sampah mesalnya prifat bagaimana prifa ini kita jangan sampai orang lain mencium baunya orang lain merasakan danpaknya,timbulah kesadaran dari masing-masing rumah tersebut,
Dalam hal pengololaan sampah,mulai dari rumah memilah memilih sampah sampai nantinya dibawa ke TPS atau TPS3R nya disana tidak ada TPA lagi anya ada TPS3R jadi itu yang kita adopsi kemarin.kita adotasikan kemudian yang terahir adalah di desa trangsan, parangsan itu dia bergerak di bidang exspor hasil kerajinan rotan disana rotan mereka tidak punya,lahanpun tidak bisa membudidayakan rotan mereka mengambil rotan itu dari Sulawesi dan kalimantan,jadi mereka hanya memproduksi artinya kreatifitas dari masyarakat itu sangat dibutuhkan,
“Apalagi kita sekarang kan di tempat kita penghasil rotan jadi mereka kemarin menyampaikan kita akan melakukan kerja sama gaimana kita tidak menjual rotan Mentah lagi tetapi kita menjual rotan jadinya kerja sama dengan mereka desa trangsan itu mereka melakukan pelatihan terus bagaimana nanti bisa memasarkan pasar tersebut tidak hanya secara di domestik saja bahkan kemanca negara,jadi kerja samanya seperti itu jadi keeja samanya dengan desa trangsan,
Kalau secara anggaran kita sama hampir sama bahkan kita ada yang lebih besar,tapi mereka mendapatkan anggaran dari PAD pendapatan asli desa tadi dengan memanfaatkan potensi desa jadi meraka dengan kelebihannya adalah pendapatan asli desanya kerena adanya potensi desa yang dikembangkan sehinga ini yang mendorong untuk mengakomodir menjadi kebutuhan desa tersebut,jelasnya,”tutupnya
(SAPRUDIN)







