Pulang pisau,metrotalenta.online–Dedi Hermawan Fungsional pengedali dampak lingkungan Dinas lingkungan Hidup kabupaten pulang pisau.kalimantan tengah,7/05/2024)
Masyarakat yang tinggal di aliran sungai kahayan, sering kali masih menggunakan air sungai sebagai sarana sanitasi, bahkan sampai sekarang ada yang masih mengkonsumsi air tersebut. pencemaran air sungai Kahayan ada 3 faktor.ujar Dedi Hermawan,kepada awak media
“Lanjut Dedi Hermawan,” Kita di kabupaten pulang pisau sudah ada stasiun pemantau kualitas air secara online, itu bisa diakses melalui website onlimo dan semua publik bisa mengakses, kita sudah memiliki 2 stasiun satu berasa di Desa mentaren 1 kemudian yang ke dua ada di langkah,”ujarnya
Dedi juga mengatakan, kualitas air sifatnya dinamis, tidak bisa ditentukan melalui musim hujan atau musim kemarau. Air di sungai Kahayan pencemarannya masuk di katagori Ringan sampai sedang.
‘Dedi menyampaikan faktor pencemaran air sungai kahayan masih belum bisa menyebutkan pencemarannya dari mana, karena sumber pencernaannya banyak. Kemudian belum ada kajian yang dilakukan lebih lanjut.jika dilihat indikasi pencemaran bisa dari sedimen atau kekeruhan yang di bawa dari air limpahan hujan, indikasinya jika ada sedimen yang dibawa indikasinya ada pembukaan lahan.
Kemudian,karakteristik yang kedua terlihat dari parametr BOD, menunjukan kebutuhan oksigen yang digunakan oleh mikro organisme di air yang bisa menguraikan bahan pencemar.ujar Dedi
“Bahan organik ini bisa limbah pabrik, limbah rumah tangga, limbah peternakan,karena tinggkat kekeruhannya dan BOD-nya tinggi, kemudian keadaan oksigennya rendah,itu yang menyebabkan ikan yang perlu asupan oksigen, jika banyak populasi ikan berkurang itu salah satunya dari itu.
Siapa yang menyebabkan kami belum bisa mengkonfirmasi, karena belum ada kajian atau riset secara khusus yang di lakukan. Idealnya oksigen dalam air lebih bagus 7 sampai 8, tapi air sungai kahayan ada di angka 4 kadar oksigennya.
Sementara itu, kualitas air sungai kahayan sebetulnya tidak bagus untuk dikonsumsi dan untuk digunakan untuk sanitasi karena air sungai kahayan masih berada di kelas 2.”ucap Dedi
“Ditemui di tempat yang sama, Haidir, kepala bidang pengendalian pencemaran kerusakan lingkungan DLH Pulang pisau menyampaikan,merupakan muara sungai kahayan sangat panjang dan sungainya pasang surut, sementara kehidupan masyarakat dan aktivitasnya kebanyakan berada di aliran sungai, sehingga tidak bisa memastikan dari mana asal pencemaran air sungai kahayan.ujarnya
Maka untuk penggunaan air sungai kahayan sebetulnya tidak dianjurkan untuk dikonsumsi dan digunakan untuk sanitasi tanpa pengelolaan lebih lanjut. Karena ya menurut keriteria air sungai kahayan berada di kelas 1 artinya tidak layak di konsumsi,”jelas Haidir,rilis,”tutupnya
(SAPRUDIN)







