Sawahlunto,Metrotalenta.online–Hal tersebut diungkapkan Wakil Walikota Sawahlunto , Zohirin Sayuti saat membuka kegiatan Evaluasi SP2020 Lanjutan dan Pencanangan Forum Data Desa Cinta Statistik Kota Sawahlunto tahun 2022 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Sawahlunto, Jum’at (22/7) di Gedung Pusat Kebudayaa (GPK) Sawahlunto.
Zohirin Sayuti, SE menuturkan bahwa data merupakan faktor sangat penting terutama dalam pembangunan sebab dari data ini nantinya kita dapat mengevaluasi apakah pembangunan yang dilaksanakan sukses atau tidak, dan jika tidak maka dari data ini nantinya akan menjadi tolak ukur pembangunan selanjutnya.
“Sebagai contoh, berdasarkan data yang akurat dari BPS Sawahlunto dan Provinsi maka saat ini Kota Sawahlunto meraih peringkat pertama sebagai kota dengan angka kemiskinan terendah di Indonesia, prestasi yang luar biasa ditengah terpuruknya ekonomi Indonesia akibat covid19″, tegas Wakil Walikota.
Dengan begitu pentingnya data ini maka Zohirin Sayuti mengharapkan jika saat ini ada 2 desa yang dicanangkan sebagai Desa Cantik atau Desa Cinta Statistik yakni Desa Balai Batu Sandaran dan Desa Lunto Barat maka kedepan dengan adanya pencanangan ini akan dapat memotifasi desa kelurahan lainnya untuk mengelola data secara profesional sehingga seluruh Desa dan Kelurahan Di Kota Sawahlunto menjadi Desa Kelurahan Cinta Statistik.
” Saya secara pribadi juga mengucapkan apresiasi kepada BPS Sawahlunto dan juga BPS Provinsi yang telah berkomitmen untuk tetap memotifasi kami pemerintah kota dari Jajaran terkecil Desa dan Kelurahan. Semoga apa yang kita laksanakan secara bergotong royong ini akan dapat berbuah manis dimasa masa datang”, harap Zohirin Sayuti.
Sementara itu Kepala BPS Provinsi Sumatera Barat Ir. Herun Fajarwati MM mengatakan program Desa Cantik atau Desa Cinta Statistik terinspirasi dari telah lahirnya Nagari Statistik di Sitiung.
“Dari Sitiung kita bergerak ke Sawahlunto, kota Warisan Dunia Unesco, program Desa Cantik ini merupakan pencanangan pertama di Sumarera Barat dengan target program akhir sesuai arahan dari Gubernur Sumatera Barat yakni akan ada sistim berjenjang dimulai dari Desa Kelurahan cinta statistik, Kota Kabupaten cinta statistik dan Provinsi Sumatera Barat sebagai provinsi cinta statistik 2025 mendatang”, beber Herun Fajarwati.
Herun Fajarwati juga mengemukakan tujuan dari kegiatan tersebut sebagai titik awal dari implementasi penguatan data di desa guna mendukung pembangunan desa yang dapat dirasakan oleh masyarakat.
“Saya berharap melalui kegiatan ini, setiap Desa dan Kelurahan dapat menyiapkan data desa yang terintegrasi dalam 1 sistim yang dapat manjadi sumber utama rencana pembangunan desa jangka menengah yang dapat dilihat oleh masyarakat di masing masing desa melaui aplikasi yang bernama Bidadari”,tutup Kepala BPS Sumbar.
*Marjafri







