Pasaman, Metrotalenta.online.— Bupati Pasaman, Welly Suhery, menyalurkan langsung bantuan kebencanaan kepada warga terdampak angin puting beliung di Jorong Padang Kubu, Nagari Binjai, Kecamatan Tigo Nagari, pada Senin (23/2) lalu.
Penyaluran bantuan yang dilakukan Rabu (25/2/2026) ini, merupakan respons cepat pemerintah daerah terhadap bencana yang terjadi. Angin puting beliung mengakibatkan 29 rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan bervariasi.
Dalam kesempatan itu, Bupati Pasaman Welly Suhery berkomitmen pemerintah daerah terus hadir untuk masyarakat terutama saat terjadi bencana.
“ Pemerintah daerah bersama BPBD, provinsi, dan Baznas telah menyalurkan bantuan logistik, terutama bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat,” ujar Bupati Welly.
Adapun bantuan yang disalurkan meliputi terpal dua ball, mi instan 29 dus, beras 145 kilogram, air mineral 30 dus, paket bubur 29 dus, Milku 30 dus, garam 10 sak, Reyco 15 dus, serta 29 paket sembako. Terpal diprioritaskan bagi tujuh rumah yang tidak bisa ditempati karena atapnya diterbangkan angin.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasaman, Mardianto, menjelaskan bahwa dari total 29 rumah terdampak, tujuh unit mengalami rusak berat dan tidak dapat dihuni.
“Sebanyak tujuh unit rumah tidak bisa ditempati karena atapnya diterbangkan angin. Sedangkan 19 unit lainnya mengalami kerusakan di bagian teras dan dapur,” jelasnya.
Selain merusak rumah warga, angin kencang juga menyebabkan dua tiang PLN tumbang ke arah jalan dan tiga tiang lainnya dalam kondisi miring.
Hingga saat ini, sebagian atap rumah warga yang diterbangkan angin belum ditemukan. Beberapa rumah masih dalam kondisi terbuka. Warga yang rumahnya tidak bisa ditempati untuk sementara mengungsi ke rumah keluarga terdekat. Total warga terdampak tercatat sebanyak 29 kepala keluarga (KK).
Ia menambahkan, Tim TRC/Pusdalops PB BPBD Kabupaten Pasaman bersama Babin Nagari, Babinsa, dan aparat nagari setempat telah turun ke lokasi untuk melakukan pendataan, pembersihan material, serta dokumentasi.
Pihaknya juga memastikan penanganan dan pemantauan di lapangan terus dilakukan guna mengantisipasi dampak lanjutan serta memastikan kebutuhan mendesak masyarakat terpenuhi. (jt)







