Pulang Pisau,Metrotalenta.online—-bupati dan wakil bupati Usai menunaikan ibadah sholat Jumat di Masjid Agung Ar-Raudhah langsung bergerak menuju Desa Trans UPT Hanjak Maju, Kecamatan Kahayan Hilir.kabupaten pulang pisau kalimantan tengah,2/05/2025)
Kunjungan tersebut melainkan bentuk nyata kepedulian terhadap salah satu warga yang saat ini sakit dalam kondisi yang memprihatinkan.
“Anak dari seorang warga desa tersebut diketahui menderita sakit cukup serius. Kondisinya menyebar di media sosial, menarik perhatian publik, termasuk kepala daerah. Tak ingin berpangku tangan, Bupati H. Ahmad Rifa’i dan wakil bupati Ahmad Jayadikarta memutuskan untuk turun langsung, menyaksikan kondisi warga dan memberikan dukungan moril kepada keluarga tersebut,”
“Kami mendapatkan informasi dari media sosial bahwa ada salah seorang warga di desa hanjak maju yang sedang sakit dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. Saya selaku bupati bersama Wakil bupati langsung menyempatkan diri ke lokasi setelah sholat Jumat,”ujarnya Ahmad Rifa’i.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati dan Wabup tidak hanya datang membawa simpati. Mereka juga berdialog dengan pihak keluarga dan perangkat desa guna menggali informasi lebih lanjut tentang kondisi warga yang sakit agar di riwayat pengobatan, serta hambatan yang dihadapi, terutama dalam hal pelayanan kesehatan dan pembiayaan.”ucapnya
Menurut Bupati, tindakan cepat dan koordinatif dari seluruh instansi terkait menjadi penting dalam merespons kasus semacam ini. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau, melalui Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan DP3AP2KB, akan segera mengambil langkah-langkah penanganan lanjutan.
“Harapan kami, dengan adanya informasi ini, pemerintah daerah dapat langsung berkoordinasi dengan instansi terkait. Baik Dinas Kesehatan, Dinas Sosial maupun DP3AP2KB, agar segera melakukan langkah-langkah pertolongan sesuai prosedur yang ada,”jelas Ahmad Rifa’i.
Langkah awal yang dilakukan Pemenrintah kabupaten Pulang Pisau adalah melakukan asesmen kesehatan dan sosial terhadap pasien dan keluarga. Jika diperlukan, akan dilakukan rujukan ke fasilitas kesehatan dengan layanan yang lebih lengkap. Selain itu, dukungan sosial berupa bantuan logistik atau akses jaminan kesehatan juga akan diupayakan secepat mungkin.
Wakil bupati Ahmad Jayadikarta menambahkan bahwa kehadiran pemerintah daerah dalam situasi seperti ini bukan sekadar formalitas, tetapi sebagai bentuk nyata hadirnya negara di tengah masyarakat yang membutuhkan.
“Kita ingin memastikan bahwa tidak ada masyarakat yang merasa sendirian saat menghadapi cobaan. Pemerintah harus hadir, bukan hanya lewat program di atas kertas, tapi benar-benar nyata di lapangan,”ucap Jayadikarta.”tutupnya
Pewarta:Saprudin







