Pasaman,metrotalenta.online—-Pemerintah Kabupaten Pasaman terus memperkuat langkah percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana alam melalui koordinasi, monitoring dan evaluasi bersama Tim Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam (Satgas PPRP). Pertemuan tersebut berlangsung di Balerong Pusako Anak Nagari, Lubuk Sikaping, Selasa (01/09/26).
Kunjungan kerja Tim Satgas PPRP dipimpin Brigjen Pol. Yopie Indra Sepang, S.I.K., M.Si., bersama jajaran Tim Supervisi. Kegiatan turut dihadiri Wakil Bupati Pasaman, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Pasaman, para kepala perangkat daerah dan jajaran teknis, serta insan media.
Bupati Pasaman Welly Suhery menyampaikan bahwa kehadiran Tim Satgas memiliki arti penting bagi Kabupaten Pasaman yang saat ini terus berupaya memulihkan kehidupan masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi tahun 2025.
Menurutnya, dukungan Pemerintah Pusat, khususnya melalui Kementerian Dalam Negeri dan Tim Satgas, menjadi bentuk perhatian sekaligus penguatan bagi daerah dalam memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan secara terarah, terukur, sesuai ketentuan dan memenuhi standar teknis.
“Kehadiran Tim Satgas adalah penguat langkah. Arahan yang diberikan menjadi kompas, dan supervisi yang dilakukan menjadi ruang bagi kami untuk terus memperbaiki diri,” ujar Welly.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menegaskan Pemerintah Kabupaten Pasaman terbuka terhadap seluruh proses koordinasi dan evaluasi. Ia meminta agar setiap arahan, pendampingan, kritik maupun koreksi dari Tim Satgas dapat dijadikan bagian dari penyempurnaan pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi di daerah.
Welly juga meminta seluruh perangkat daerah teknis untuk aktif mendampingi Tim Satgas serta memastikan data dan dokumen yang dibutuhkan tersedia secara lengkap. Setiap arahan, koreksi dan permintaan data diminta ditindaklanjuti secara cepat, tepat, lengkap dan bertanggung jawab.
“Setiap kendala teknis maupun administratif agar segera dikoordinasikan. Kita ingin seluruh tahapan penanganan pascabencana berjalan terpadu dan tidak terhambat oleh persoalan yang sebenarnya dapat diselesaikan melalui koordinasi,” tegasnya.
Rapat koordinasi dan monitoring evaluasi tersebut membahas sejumlah aspek penting dalam pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi, mulai dari progres fisik dan keuangan, sumber pendanaan, capaian per sektor, kendala pelaksanaan, hingga rencana percepatan dan tindak lanjut.
Paparan dari perangkat daerah terkait selanjutnya menjadi bahan bagi Tim Satgas untuk melakukan evaluasi, verifikasi, sinkronisasi serta memberikan arahan terhadap langkah-langkah yang perlu dilakukan pada tahap berikutnya.
Sinergi penanganan pascabencana juga terus diperkuat bersama Forkopimda Kabupaten Pasaman, seluruh perangkat daerah dan jajaran teknis. Pemerintah daerah menegaskan kesiapan untuk bekerja, menerima pendampingan, pengawasan maupun koreksi serta menindaklanjuti setiap arahan yang diberikan.
Bupati Welly menekankan bahwa rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana tidak semata-mata berbicara tentang pembangunan kembali infrastruktur yang rusak, tetapi menyangkut pemulihan kehidupan masyarakat secara menyeluruh.
“Yang sedang kita pulihkan bukan sekadar sarana yang rusak, tetapi kehidupan masyarakat, pelayanan publik, dan ketangguhan Pasaman untuk menatap masa depan,” ungkap Welly.
Melalui koordinasi dan evaluasi yang berkelanjutan bersama Pemerintah Pusat dan Tim Satgas PPRP, Pemerintah Kabupaten Pasaman berharap seluruh proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat terdampak bencana. (jt)







