spot_img
spot_img
BerandaPulang PisauWakil Bupati Pulang Pisau Ahmad Jayadikarta Tinjau Posko Karhutla Tumbang Nusa, Instruksikan...

Wakil Bupati Pulang Pisau Ahmad Jayadikarta Tinjau Posko Karhutla Tumbang Nusa, Instruksikan Penanganan Maksimal dan Gelar Salat Istisqa

Pulang pisau,Metrotalenta.online—-Pemerintah terus mengintensifkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya.kabupaten pulang pisau Kalimantan Tengah ,22/07/2026)

Sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah, Wakil Bupati Pulang Pisau H. Ahmad Jayadikarta turun langsung meninjau dua Posko Karhutla di wilayah tersebut,

Dalam kunjungan itu, Wakil Bupati didampingi Asisten III Bidang Administrasi Moh. Insyafi, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pulang Pisau Herman Wibowo, serta Camat Jabiren Raya Ahmad Rizani. Selain meninjau kondisi di lapangan, rombongan juga memastikan kesiapan personel dan sarana pendukung yang digunakan dalam upaya pemadaman.
Di lokasi,

Ahmad Jayadikarta menyaksikan langsung kebakaran yang hingga kini masih belum sepenuhnya dapat dipadamkan. Ia memberikan semangat kepada para petugas gabungan dari BPBD, Polres Pulang Pisau, Manggala Agni, TNI, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta relawan yang siang dan malam berjuang mengendalikan api di kawasan lahan gambut.

Wakil Bupati menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas dedikasi seluruh personel yang terus bekerja tanpa mengenal lelah di tengah cuaca panas dan medan yang cukup berat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh petugas gabungan yang terus berjuang memadamkan api. Pemerintah daerah sangat mengapresiasi pengorbanan dan kerja keras seluruh personel di lapangan. Semoga api segera dapat dipadamkan sehingga masyarakat terbebas dari ancaman kabut asap,”Ujarnya Ahmad Jayadikarta.

Ia menjelaskan bahwa karakteristik lahan gambut menjadi tantangan terbesar dalam proses pemadaman. Api yang terlihat padam di permukaan ternyata masih menyala di bawah tanah melalui akar-akar gambut sehingga sewaktu-waktu dapat muncul kembali dan meluas ke lokasi lain.

“Kalau hujan turun pun belum tentu langsung selesai. Paling tidak membutuhkan waktu sekitar dua hari agar air benar-benar meresap ke dalam gambut dan bara api padam total,” katanya.

Melihat kondisi tersebut, Ahmad Jayadikarta menginstruksikan agar seluruh personel tetap meningkatkan koordinasi dan memaksimalkan upaya pemadaman sehingga titik-titik api dapat segera dikendalikan.
Selain upaya teknis di lapangan, Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau juga melakukan ikhtiar spiritual.

Wakil Bupati mengungkapkan dirinya telah meminta Kabag Kesra Sekretariat Daerah menerbitkan surat edaran kepada seluruh masjid di Kabupaten Pulang Pisau agar melaksanakan Salat Istisqa atau salat memohon hujan.

“Kita tidak hanya berikhtiar melalui kerja keras petugas di lapangan, tetapi juga memohon pertolongan kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan sehingga kebakaran ini cepat berakhir,” ucapnya.

Ia juga menegaskan bahwa atas arahan Bupati Pulang Pisau, dalam waktu dekat akan dilaksanakan rapat koordinasi bersama BMKG dan unsur Forkopimda untuk mengevaluasi kondisi terkini serta memperkuat strategi penanganan karhutla agar tidak semakin meluas.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pulang Pisau Herman Wibowo mengungkapkan, kebakaran yang mulai terjadi sejak 13 Juli 2026 diperkirakan telah membakar sekitar 41 hektare lahan. Namun angka tersebut masih bersifat sementara karena api hingga kini masih aktif di sejumlah titik.

“Luasan lahan yang terbakar kemungkinan masih bertambah. Untuk mendapatkan data yang akurat, kami akan melakukan tracking setelah api benar-benar padam,”Jelas Herman.

Menurutnya, BPBD telah mengerahkan 46 personel yang dibagi dalam dua tim untuk melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi kebakaran. Meski demikian, petugas menghadapi berbagai kendala, mulai dari debit air sungai yang semakin dangkal, suhu udara yang sangat tinggi, hingga perubahan arah angin yang tidak menentu sehingga mempercepat penyebaran api dan asap.

Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau mengimbau seluruh masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun selama musim kemarau.Partisipasi masyarakat dalam melaporkan titik api sejak dini dinilai sangat penting agar kebakaran dapat segera ditangani dan tidak berkembang menjadi bencana yang lebih luas.

Dengan sinergi pemerintah, aparat, relawan, dan masyarakat, diharapkan karhutla di Desa Tumbang Nusa segera dapat diatasi sehingga aktivitas masyarakat kembali normal.”Tutupnya

Pewarta:Saprudin

Must Read
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini