Padang, Metrotalenta.online,-Proyek pekerjaan pembangunan PLTA di Desa Lubuk Hitam, Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat yang dibiayai oleh anggaran CSR Pertamina Pusat tidak sesuai spesifikasi dan terkesan asal jadi saja.
Sehingga pekerjaan tersebut banyak dipertanyakan oleh masyarakat sekitar, dan pelaksanaan pekerjaan pembangunan tersebut dimulai sebelum bulan Maret 2025 atau sebulan sebelum masuknya awal Ramadhan 1446 H.
Saat media ini menemui beberapa tokoh masyarakat disekitar lokasi proyek pembangunan PLTA tersebut mengatakan, “Kami sangat cemas saat berjalannya pekerjaan pembangunan ini nantinya, akan tetapi pembangunan tersebut tidak sesuai dengan yang diharapkan masyarakat dan berdampak buruk bagi lingkungan seperti tekanan air sungai sewaktu air hujan turun nanti, dan masyarakat sangat cemas terhadap dampak buruk lingkungan di sekitar sungai untuk pembangunan PLTA tersebut,” ujarnya.
Bahkan saat media ini meninjau langsung lokasi pembangunan, ternyata pembangunan tersebut terlihat amburadul dan masih belum siap, parahnya lagi pasangan pondasi bendungan untuk saluran air pun tidak layak dan tidak sesuai spesifikasi.
Diduga proyek pekerjaan amburadul tersebut telah menelan anggaran biaya sebesar 300 juta rupiah yang berasal dari dana CSR Pertamina Pusat dan pekerjaan tidak memiliki Plang proyek pekerjaan.
Menurut informasi dari masyarakat pekerjaan pembangunan tersebut belum memiliki izin dari pemilik lahan sampai sekarang, dan saat media ini menghubungi pemilik lahan, Datuk melalui telepon seluler, mengatakan,” Memang benar adanya pekerjaan pembangunan tersebut yang berada di atas lahan tanah saya belum ada izinnya, tapi ternyata sudah di bangun tanpa izin dari saya, berarti ini proyek siluman,” katanya, kepada media metro talenta.
Selanjutnya saat media ini menemui Camat Bungus Teluk Kabung, Harnoldi di kantornya, ternyata Dia tidak ada di ruangan, dan sudah beberapa kali media ini menghubungi camat tersebut lewat telepon seluler namun tidak diangkat.
Menurut Lurah Cindakir, Rustam Effendi mengungkapkan, “Proyek Pembangunan PLTA dari dana CSR Pertamina memang dilaksanakan sebelum bulan puasa kemarin, namun kenyataannya pekerjaan pembangunan tersebut di bangun tidak sesuai dengan kondisi di lapangan sehingga akan berdampak buruk nantinya bagi warga setempat yang berada di Kawasan Lubuk hitam Bungus Teluk Kabung tersebut,” ungkapnya.
Sementara, salah seorang staf CSR Pertamina, Fakri mengatakan, “Saya tidak mengetahui berapa besar anggaran proyek CSR yang telah dikerjakan itu yang berada di kawasan Lubuk Hitam, Bungus Teluk Kabung,” katanya saat dihubungi media ini via telepon seluler.
Padahal pekerjaan proyek pembangunan PLTA dengan menggunakan dana CSR dari awal telah mengetahui anggaran dana dan rancangan pembangunan tersebut di kerjakan, dan sampai sekarang pekerjaan pembangunan tersebut tampak terbengkalai dan amburadul.(Reni)







