Pasaman,metrotalenta.online—-Sebanyak 50 klub ikut meramaikan Kejuaraan Futsal Kajari Cup II Pasaman yang dibuka secara resmi oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pasaman, Sobeng Suradal, SH, MH, di GOR Tuanku Rao, Lubuksikaping, Sabtu (06/12/2024).
Turut hadir dalam acara tersebut Bupati Pasaman, Sabar AS, Ketua DPRD Pasaman, Nelfi Affandy, Forkopimda, Ketua KONI Pasaman, Tomi Irawan Sandra, serta kepala OPD dan pejabat lainnya. Ratusan atlet dan masyarakat setempat juga turut meramaikan pembukaan kejuaraan ini.
Ketua KONI Pasaman, Tomi Irawan Sandra, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Kepala Kejaksaan Pasaman atas kepeduliannya terhadap kemajuan olahraga di daerah tersebut. “Kami sangat mengapresiasi banyaknya event olahraga yang diselenggarakan oleh Kejaksaan Pasaman, salah satunya Kejuaraan Futsal Kajari Cup ini,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Bupati Pasaman, Sabar AS, yang juga mengapresiasi terselenggaranya event ini. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sabar AS memberikan bantuan hibah dari Pemkab Pasaman melalui KONI untuk mendukung penyelenggaraan kejuaraan tersebut sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kemajuan olahraga di Pasaman.
Sabar AS juga berharap agar pelaksanaan kejuaraan ini berjalan lancar dan sukses. “Saya mengajak seluruh peserta untuk menjaga sportivitas dalam bertanding dan menjadikan kejuaraan ini sebagai ajang untuk saling berprestasi dan menjalin persaudaraan,” tegasnya.
Sementara itu, Kajari Pasaman, Sobeng Suradal, dalam arahannya menyampaikan bahwa Kejuaraan Futsal Kajari Cup II ini merupakan yang kedua kalinya diselenggarakan. Kejuaraan ini diikuti oleh 50 klub, terdiri dari 16 klub nagari se-Kecamatan Lubuksikaping dan 34 klub dari berbagai OPD. Kegiatan ini akan berlangsung hingga 12 Desember 2024 dan akan ditutup secara resmi pada hari tersebut.
Kajari Sobeng berharap, selain sebagai ajang kompetisi olahraga, kejuaraan ini juga dapat meningkatkan rasa cinta masyarakat terhadap olahraga, menjaga kesehatan, serta mempererat tali silaturahmi antar sesama. Ia juga menambahkan, olahraga dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kepercayaan diri dan mencegah terjadinya korupsi di kalangan penyelenggara pemerintah, karena dengan pikiran yang jernih, para peserta dan penyelenggara diharapkan bisa menghindari godaan melakukan tindakan korupsi.
“Semoga kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan juga membangun karakter generasi muda untuk lebih sehat dan produktif,” tutup Kajari yang juga dikenal gemar berolahraga ini.
(Jet)







