Bukittinggi,MetroTalenta.online-– Antusiasme tinggi tampak dari warga Kelurahan Manggis Ganting, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan (MKS), Kota Bukittinggi, yang menyambut kedatangan Calon Wali Kota Bukittinggi, H. Erman Safar, dan pasangannya Heldo Aura. Warga berkumpul di sepanjang Jalan Sutan Syahril untuk menyambut tim pemenangan yang datang bersama calon kepala daerah tersebut.
Dalam orasinya, H. Erman Safar mengingatkan tim pemenangan dan para pendukungnya untuk senantiasa menghormati hak pilih warga, serta menghindari praktik pemaksaan dalam pemilihan. “Kami meminta agar masyarakat diberi kebebasan menggunakan hak pilihnya. Jangan lupa pilih nomor urut 3, H. Erman Safar dan Heldo Aura, tetapi tetap hargai pilihan warga tanpa paksaan. Pilihlah yang terbaik,” ujar Erman.
Namun, dalam suasana hangat tersebut, beberapa warga juga memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan keluhan terkait masalah kesejahteraan sosial dan pelayanan pemerintah kota.
Keluhan Warga Terkait Pelayanan Kesehatan dan Bantuan Sosial
Rahmi (30), seorang warga RT 02 RW 04 Kelurahan Manggis Ganting, mengungkapkan kesulitannya dalam mengobati anaknya, Rezky Hamdani (19 bulan), yang menderita penyakit hidrocephalus sejak usia tujuh bulan. Meski telah menerima bantuan seperti beras dan BPJS, ia merasa BPJS tidak sepenuhnya menanggung biaya pengobatan anaknya, yang harus rutin kontrol setiap bulan.
“Anak saya membutuhkan susu khusus setiap hari dan belum diperbolehkan makan makanan lain. Saya berharap Pemerintah Kota Bukittinggi bisa membantu meringankan beban pengobatan anak saya,” tutur Rahmi dengan penuh harap.
Di tempat yang sama, Jusni (65), seorang warga yang telah puluhan tahun tinggal di rumah kontrakan, juga mengeluhkan belum pernah menerima bantuan dari pemerintah meski sudah beberapa kali mengajukan persyaratan kepada Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Kelurahan Manggis Ganting. “Saya sudah sering mengajukan permohonan, tapi sampai sekarang belum ada realisasi,” katanya.
Ketidaktransparanan Bantuan Sosial
Selain itu, Liza (42), warga lainnya, menyoroti kurangnya transparansi dalam distribusi bantuan sosial. Ia menyebut sering terjadi bantuan diberikan kepada warga yang dinilai sudah mampu atau kepada orang-orang terdekat petugas PSM di kelurahan. “Yang pantas menerima malah tidak dapat, sementara yang sudah mampu justru menerima bantuan. Ini sering terjadi di lapangan,” jelasnya.
Kehadiran H. Erman Safar dan Heldo Aura disambut hangat oleh warga, namun aspirasi dan keluhan mereka menandai masih adanya masalah yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah kota.









