Jumat, Maret 1, 2024

Kabid PSMA Sumbar Mahyan S.Pd.M.M siap terima Instruksi Pelaksanaan kebijakan terkait permasalahan PPDB Sumbar

More articles

Padang,Metrotalenta.online–Merujuk dari arahan Sekretaris Dinas Pendidikan Sumbar Suryanto S.Pd.M.Pd setelah rapat dengar pendapat bersama komponen perwakilan dari Masyarakat Kota Padang yang sekaligus suara Para orangtua dan siswa di sumbar untuk mencarikan solusi terhadap polemik yang tengah berkembang terkait persoalan PPDB.

Dari hasil pembicaraan di ruangan Ki Hajar Dewantara 20/7 Gedung Dinas Pendidikan Sumbar didapati kesepakatan diantaranya penambahan roombel ( ruangan belajar ) pada tiap SMA yang ada di Sumatra Barat namun tetap mengacu pada ketersediaan ruangan belajar pada sekolah tersebut,dengan demikian adapun kekhawatiran para Otrang tua murid terhadap anak nya yang sampai saat berita ini diturunkan belum mendapatkan Hak pendidikan yang adalah wajib di sediakan Pemerintah sudah mulai ada titik terang.

Hal ini disampaikan Oleh Ketua DPRD Kota Padang Syafrial Kani pada waktu memberikan keterangan hasil rapat yang diperoleh “Kita perwakilan dari warga masyatakat sangat mengapresiasi kinerja cepat yang dilakukan oleh perangkat Dinas PSMA Sumbar untuk mengatasi hal yang di takutkan menjadi semakin viral di tengah masyarakat dengan adanya kebijakan yg diambil dalam penambahan ruangan belajar pada tiap sekolah,dan kita mendorong agar kebijakan ini dapat terealisasi dengan sesegera mungkin,kasihan anak anak bangsa dari Sumatra Barat yang nantinya menjadi generasi penerus harus terhalang oleh system yang saat ini berlaku”

Beliau menambahkan ” Nanti kita akan kawal pelaksanaan dari kebijakan ini bersama dengan kawan kawan dari FPP ( Forum Peduli Pendidikan ) Sumbar yang di ketuai oleh Yuldi Efendi bersama elemen dari FANNA diwakili Rini Amir dan ada juga Bapak Ridwan perwakilan kita dari Polresta Padang ikut menyaksikan jalannya rapat dengan suasana penuh kekeluargaan,kita harapkan nanti pihak Bidang PSMA segera melaksanakan dengan mengacu kepada data yang masuk”tukasnya.

Ditambahkan oleh Yuldi Efendi Ketua FPP beliau berterima kasih kepada jajaran Dinas Pendidikan Sumbar yang telah bersedia menerima kami dengan segala keluhan warga yang bermohon menyampaikan aspirasinya agar di dengar dan di berikan solusi mengingat proses belajar mengajar sudah dimulai.Tuturnya

Di ruangan terpisah Mahyan S.Pd M.M Kabid PSMA Dinas Pendidikan Sumbar menjawab beberapa pertanyaan dari awak media ini terkait hasil rapat dengar pendapat itu mengatakan “Kita akan gerak cepat dengan melaporkan Nota Dinas kepada Pimpinan kita yaitu kepada Bapak Gubernur yang tentunya melewati Sekda dan Asisten 1 Provinsi sumbar agar dapat hasil dari kebijakan ini bisa kita laksanakan mengingat bnyaknya riak riak yang berkembang dalam PPDB TA 2023 ini,dan diharapkan nanti ada perubahan peraturan di tahun berikutnya seperti kita ketahui bahwa Penyebaran bangunan sekolah waktu itu bukan berdasarkan Zona dan inilah yang menjadi kendala saat ini,”

Lebih jauh beliau menambahkan ” Kita mintakan kesabaran pada siswa calon peserta didik serta para orang tua agar dapat memahami kerja cepat yang kita lakukan,dan kita juga ingin semua siswa di Sumbar ini dapat tertampung di sekolah yang bisa memaksimalkan ruangannya demi terlaksananya belajar untuk anak anak penerus Bangsa,”ungkapnya dengan penuh semangat.

Di lain sisi awak media ini menjambangi salah seorang warga masyarakat yang berada kecamatan nanggalo terhadap harapan kedepannya tentang dunia pendidikan saat ini,

Adalah Ibuk Asyah Fitri 53 tahun memberikan tanggapannya tentang kesedihan beberapa tetangga di lingkungan beliau ” Saya kasihan melihat ibuk ibuk tetangga saya yang mengeluhkan tentang tidak dapatnya di terima anak masuk sekolah,padahal jarak tidak terlalu jauh dari sekolah namun dikarenakan system zonasi ini membuat mereka terlempar alias tidak lolos,saya kuatir dengan mental anak anak kita ini kedepannya jika terlalu lama di biarkan bisa berakibat buruk dan membuat mereka menjadi stres dan hal yang paling kita takutkan adalah rusaknya mental” Semoga Dinas Pendidikan dapat membaca gejolak yang terjadi sehingga segera mengantisipasi kemungkinan buruk jika berlama lama dalam pelaksanaan kebijakan yang telah di longgarkan Pemerintah Pusat untuk Sumatra Barat” Tuturnya menutup wawancara singkat dan kebetulan beliau adalah jebolan ITP padang ini.

(wnjf)

google.com, pub-6415022739291285, DIRECT, f08c47fec0942fa0

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

iklan

iklan

Latest