Kamis, Mei 23, 2024

Jalan Lintas Kalimantan Macet Dan Seperti Bubur, Kontraktornya Kurang Profesional

More articles

Pulang pisau,metrotalenta.online–Kemacetan semskin panjang di Jalan Trans Kalimantan, Desa Tumbang Nusa dan Tanjung Taruna, Kecamatan Jabiren Raya,kabupaten pulang pisau kalimantan tengah,9/10/2023)

Jalan tersebut semakin parah, Kemacetan selalu panjang di Jalan Trans Kalimantan, Desa Tumbang Nusa dan Tanjung Taruna, Kecamatan Jabiren Raya semakin parah. Pasalnya, ruas jalan yang menghubungkan Kota Palangka Raya dengan Kabupaten Pulang Pisau dan Kapuas, bahkan Provinsi Kalsel itu, berubah jadi bubur,Ratusan kendaraan antre mengular.

“Prihatin dengan kondisi tersebut, Anggota DPRD Pulang Pisau Tandean Indra Bella mengutarakan kekecewaannya terhadap kegiatan proyek yang ditangani oleh Balai Jalan Nasional, karena pekerjaan tersebut adalah proyek Lintas Jalan Nasional.

Pekerjaan yang dikerjakan oleh kontraktor itu adalah ruas jalan utama,merupakan arus barang jasa lintas Kalsel-kalteng, jadi itu sangat berdampak, kalau jalan itu jadi bubur seperti itu. Bahkan, menghambat aktivitas masyarakat. Sebagai pengguna jalan kita keberatan dan bahkan protes, terhadap kerja dari kontraktor yang kita anggap kurang profesional,

Politisi Partai Golkar ini menegatakan, seharusnya kontraktor yang mengerjakan jalan itu mempertimbangkan segala aspek terlebih dahulu, dan berbagai hal yang kemungkinan akan terjadi.

“Oke, kita mengetahui mereka itu bekerja, tetapi untuk kepentingan umum juga harus dipertimbangkan. Dan mereka harus mengantisipasi hal-hal seperti ini, yang juga terdampak macet dan terpaksa putar balik, karena terlambat mengikuti rapat di BPK RI Kalteng.ujar Tandean

Diakui Tandean, pada hari itu ia akan mengikuti undangan rapat dari BPK RI Kalteng di Palangka Raya pada pukul 10.00 WIB terpaksa batal. Dia bersama rombongan dari Pulang Pisau berangkat pada pukul 06.00 WIB, namun sesampainya di ruas Jalan Tumbang Nusa terjebak macet parah dan hingga lebih dari pukul 10.00 WIB belum bisa keluar, dan terpaksa urung menghadiri rapat tersebut.

“Jujur kami kecewa. Harusnya hari ini kami sudah janji dengan BPK RI, pertemuan jam 10.00 WIB, akhirnya kami gagal berangkat. Sudah tidak bisa lagi terkejar waktu, akhirnya kami putar balik,” tegasnya kecewa.jelasnya

Ditambahkan Tandean, masyarakat pengguna jalan pun banyak mengeluh, sejak malam sampai pagi hari belum bisa keluar dari kemacetan. Apalagi menurutnya, banyak yang membawa anak-anak, tentu hal ini sangat mengecewakan.
“Bagaimana dengan mereka yang terjebak macet dari tadi malam, ditambah membawa anak-anak, dan tidak membawa bekal, tentunya mereka kelaparan. Tentunya ini sudah tidak lazim lagi kondisinya seperti ini,” ujar Tandean.

Untuk itu, ia meminta pihak terkait, khususnya yang mempunyai kewenangan seperti Balai Jalan, dapat mengevaluasi pelaksana pekerjaan tersebut.
“Hal-hal seperti ini seharusnya sudah diantisipasi, bisa saja membuat jalan alternatif, atau jalan darurat dan sebagainya. Intinya jalan itu harus bisa berfungsi atau fungsional, meskipun sedang ada pekerjaan, sehingga masyarakat pengguna jalan tetap bisa beraktivitas seperti biasa,” tegasnya.
Mewakili suara masyarakat, Tandean meminta agar Balai Jalan bisa mengevaluasi pekerjaan jalan itu, karena menurutnya kontraktor tersebut sangat tidak profesional.

“Kami prihatin dan kecewa, tolong Balai Jalan bisa mengevaluasi, dan kami anggap kontraktor jalan itu tidak profesional,rilis
tutupnya(SAPRUDIN)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

iklan

iklan

Latest